Membuat Cron Jobs Untuk User Tertentu di LinuxMint
Teknologi / 10 Januari 2018

Kita dapat menjalankan tugas cron sebagai root tanpa masalah. Sebagian besar pekerjaan pemeliharaan sistem perlu dijalankan oleh root atau pengguna super. Namun, ada kondisi tertentu yang memerlukan setiap pengguna di sistem memiliki tugas crontab atau cron mereka sendiri. Administrator sistem atau pengguna super perlu memberi pengguna tersebut izin eksplisit untuk menjalankan cron. Ada dua file yang mengontrol hak akses untuk crontab yaitu cron.allow dan cron.deny di mana pada distro LinuxMint keduanya harus diletakkan di /etc/crond.d/ (saat ini saya menggunakan LinuxMint Sarah). Jika ada file cron.allow, maka pengguna atau pengguna yang perlu menggunakan cron perlu dicantumkan dalam file. Anda bisa menggunakan cron.deny untuk secara eksplisit melarang pengguna tertentu menggunakan cron. Jika tidak ada file (cront.allow atau cron.deny), maka hanya pengguna super yang diizinkan menjalankan cron. Nah, itu tergantung konfigurasi spesifik sistem tepatnya. Sebagian besar konfigurasi tidak mengizinkan pengguna menjalankan pekerjaan, sementara beberapa sistem mengizinkan semua pengguna menjalankan pekerjaan secara default. Jadi, langkah pertama adalah membuat file bernama cron.allow di folder /etc/cron.d/ dan tambahkan nama pengguna ke file ini agar pengguna dapat menjalankan pekerjaan. Contoh file cron.allow yang berisi nama-nama user yang bisa menjalankan cron jobs: root juwarto www-data Jika ingin melihat daftar user di mesin local kita bisa menggunakan perintah berikut:…

Instalasi Geoserver di Tomcat Linux Mint
Teknologi / 12 Desember 2017

Berikut ini catatan ringkas proses instalasi (deploy) geoserver ke dalam Apache Tomcat di mesin Linux Mint. Secara default di Linux Mint sudah terpasang JDK/JRE yaitu “openjdk”. Untuk memastikan java yang telah terpasang lakukan perintah: ~ $ sudo update-alternatives –config java Kalau belum ada java yang lain seharusnya keluaran perintah di atas adalah: update-alternatives: error: no alternatives for java Kalau ternyata sudah ada java yang lain keluarannya akan seperti berikut (misal): Selection Path Priority Status ———————————————————— * 0 /usr/lib/jvm/java-6-openjdk/jre/bin/java 1061 auto mode 1 /usr/lib/jvm/java-6-openjdk/jre/bin/java 1061 manual mode 2 /usr/lib/jvm/java-6-sun/jre/bin/java 63 manual mode Press enter to keep the current choice[*], or type selection number: Untuk keperluan geoserver perlu instalasi Oracle JRE. Download paket java dari “http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/”. Misalnya download paket “jre-6u37-linux-x64.tar.gz”. Extract dan jalankan instalasi java dengan perintah: ~ $ chmod a+x jre-6u37-linux-x64.bin ~ $ ./jre-6u37-linux-x64.bin Akan terbentuk direktori “jre1.6.0_37” dari proses intalasi di atas. Pindahkan direktori “jre1.6.0_37” ke “/opt” dan buat symbolic link dg perintah: ~ $ sudo mv ./jre1.6.0_37* /opt ~ $ sudo ln -s /opt/jre1.6.0_37 /usr/lib/jvm/ Cek hasil instalasi java: ~ $ /opt/jre1.6.0_37/bin/java -version java version “1.6.0_37” Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.6.0_37-b06) Java HotSpot(TM) Client VM (build 20.12-b01, mixed mode) Jadikan JRE yang baru diinstall sebagai primary java alternative:…

Instalasi Mapshaper di Linux Mint
Teknologi / 10 Desember 2017

Masih seputaran maps/geospatial kali ini saya posting langkah instalasi mapshaper di Linux Mint: Instalasi nodejs dan npm curl -sL https://deb.nodesource.com/setup | sudo -E bash – sudo apt-get install -y nodejs sudo apt-get install -y npm Pastikan instalasi telah berhasil node -v npm -v Langkah instalasi mapshaper: npm init npm install mapshaper Testing jalankan mapshaper Mapshaper akan terinstall di dalam direktori “node_modules” di mana “node_modules” sendiri akan berada di direktori tempat kita melakukan perintah instalasi nodejs dan npm. Dalam praktek ini saya melakukan instalasi nodejs dan npm di direktori /home/juwarto/. Buat shell script untuk memudahkan eksekusi mapshaper misal beri nnama “mapshaper.sh” dan pastikan diberi kewenangan eksekusi. Berikut contoh isi mapshaper.sh saya:  #!/bin/bash  cd /home/juwarto/node_modules/mapshaper/bin  ./mapshaper-gui  exec bash Jalankan mapshaper dengan perintah ./mapshaper.sh Otomatis akan dibawa ke browser dengan alamat “http://localhost:5555/”. Selamat ngopreks!

Instalasi QGis di Linux Mint
Teknologi / 10 Desember 2017

Pada posting ini saya menggunakan Linux Mint Sylvia (18.3) namun dengan sedikit penyesuaian seharusnya dapat juga digunakan untuk instalasi QGis di distro linux lainnya maupun di distro Linux Mint versi lainnya. Berikut langkah praktisnya: Edit file /etc/apt/sources.list dan tambahkah baris berikut:  deb http://qgis.org/debian xenial main  deb-src http://qgis.org/debian xenial main Lakukan update repo  sudo apt-get update Apabila langkah update repo gagal karena “keyserver errors”, lakukan:  wget -O – http://qgis.org/downloads/qgis-2017.gpg.key | gpg –import  gpg –fingerprint CAEB3DC3BDF7FB45 sudo apt-get update Langkah instalasi sudo apt-get install qgis python-qgis qgis-plugin-grass Selamat mengeksplorasi QGis dan jangan lupa berbagi 🙂

Mudah Pasang LAMP di Mint
Teknologi / 29 Oktober 2017

Inilah sebaris perintah yang sangat powerfull untuk melakukan instalasi LAMP (Linux Apache MySql PHP) di sistem operasi Linux Mint: $ sudo apt-get update $ sudo apt-get install lamp-server^ -y Keren!

Removing Windows Entry From Grub
Teknologi / 21 Oktober 2017

Open terminal (Alt+Ctrl+T) and follow the below procedure : Paste the following command in terminal sudo vim /etc/default/grub It will open a file named /boot/grub/grub.cfg file. Add GRUB_DISABLE_OS_PROBER=true at the bottom of this file. It will prevent Windows being added to your grub menu. Now to write the change, run sudo update-grub You can then run cat /boot/grub/grub.cfg to check that your Windows entry has disappeared. Restart your device to check the same.

Gagal Boot Setelah Resize Partisi Linux Mint
Teknologi / 21 Oktober 2017

Ini pengalaman yang sangat berharga saat melakukan resize partisi pada partisi root (/) di linux. Berikut kira-kita error yang tampil saat proses booting: …[sdb]  No Caching mode page found…[sdb]  Assuming drive cache: write through … Wrong diagnostic page … Failed to bind enclosure -19 Wellcome to emergency mode! After logging in, type “journalctl -xb” to view … Berikut langkah untuk memperbaikinya: Firstly, boot into a live CD or USB Find out your partition number by using sudo fdisk -l|grep Linux|grep -Ev ‘swap’ Then, list all superblocks by using the command: sudo dumpe2fs /dev/sda2 | grep superblock Replace sda2 to your drive number You should get a similar output like this Primary superblock at 0, Group descriptors at 1-6 Backup superblock at 32768, Group descriptors at 32769-32774 Backup superblock at 98304, Group descriptors at 98305-98310 Backup superblock at 163840, Group descriptors at 163841-163846 Backup superblock at 229376, Group descriptors at 229377-229382 Backup superblock at 294912, Group descriptors at 294913-294918 Backup superblock at 819200, … Choose an alternate superblock from this list, for this case alternate superblock # 32768 Now, to check and repair a Linux file system using alternate superblock # 32768: sudo fsck -b 32768 /dev/sda2 -y The -y flag is used to skip…