Membuat Portable Linux

24 Agustus 2015

Saya seringkali berganti komputer/laptop untuk bekerja, baik di rumah maupun di kantor. Sudah sebulan lebih laptop pribadi di rumah rusak, sehingga terpaksa pinjam latopnya anak. Masalahnya anak saya tidak/belum mau kalau laptopnya dipasang linux. Di kantor pun tidak jauh beda permasalahannya. Laptop kantor terpasang MS Windows, sehingga waktu rapat terpaksa saya pake windows 🙁

Nah hari ini terpikir untuk membuat menginstall linux di external harddisk agar dapat dipakai secara mobile (pindah-pindah mesin). Di kantor saya tinggal colok external harddisk ke laptop kantor, lalu booting. Maka jadilah saya punya mesin linux. Pun di rumah saya bisa pinjam laptop anak untuk mengaktifkan mesin linux saya. Jadilah saya punya mesin linux yang portable!

Untuk mewujudkannya ternyata tidak susah. Berbekal mesin pencari google, saya berhasil menemukan referensi-referensi untuk mewujudkan keinginan tersebut. Berikut saya rangkum langkah demi langkah untuk membuat portable linux:

  • Siapkan USB-LinuxLive yang berisi distro yang diinginkan. Saya menggunakan distro Linux Mint 17.2 Rafaela (32 bit).
  • Agar portable linux nantinya dapat digunakan pada komputer/laptop yang “UEFI based” maupun yang “non-UEFI based”, sehingga portable linux dapat digunakan pada semua jenis komputer dari yang BIOS-based (komputer lama) hingga yang UEFI-based (komputer baru), maka harus dipastikan bahwa USB-LinuxLive di-boot dalam “Legacy/CSM mode” bukan “UEFI mode”. Pada komputer terbaru bisa diatur pada BIOS Setting, sedangkan komputer lama biasanya masih belum menggunakan UEFI.
  • Untuk memastikan apakah sudah boot dengan “Legacy/CSM mode”, maka setelah proses boot selesai silahkan buka terminal linux. Ketik perintah “ls /sys/firmware”. Jika “efi” muncul pada listing hasil perintah tersebut, berarti Anda telah melakukan booting dengan “UEFI mode”. Sebaliknya jika tidak muncul “efi” pada listing hasil perintah, maka berarti Anda telah booting dengan mode yang benar.
  • Siap melanjutkan ke langkah berikutnya.
  • Buka aplikasi GParted untuk menyiapkan partisi pada external harddisk. Klik “Device, lalu klik “Create New Partition Table”. Kemudian pilih dari drop-down menu yang “gpt” (bukan yang “ms-dos”), lalu  klik “Apply”. Sampai langkah ini, external harddisk telah siap untuk di-install linux.
  • Siap melanjutkan ke langkah berikutnya.
  • Tutup semua aplikasi, kemudian jalankan instalasi seperti biasanya. Pastikan target instalasi adalah ke external harddisk. Siapkan pembagian partisi, minimal ada swap-partition dan root-partition. Pastikan juga bootloader dipasang pada external harddisk.
  • Selesai proses instalasi, external harddisk sudah siap digunakan.

Jika Anda menggunakan portable linux ini di komputer yang sudah ada operating system-nya semisal MS-Windows dan Anda ingin memasukkan os tersebut ke dalam Grub, silahkan ikuti langkah berikut:

  • Masuk ke Terminal
  • Ketikkan perintah:
sudo os-prober
  • Seharusnya Anda melihat Windows dari output perintah tersebut.
  • Ketikkan perintah:
sudo update-grub
  • Perintah tersebut untuk memodifikasi Grub agar memasukkan Windows ke dalam daftarnya.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.