Archive for : Agustus, 2015

Langkah Mudah Setup Laravel

Catatan kecil saat melakukan instalasi Framework Laravel di Linux Mint:

1. Pastikan telah terpasang: php5, php5-cli, mysql, mcrypt, curl.

2. Pastikan ada file “cacert.pem” dan “ca-bundle.crt” di direktori “/etc/ssl/certs”.

3. Install Composer (https://getcomposer.org)
Run dari Terminal:

# curl -sS https://getcomposer.org/installer | php

atau

# php -r “readfile(‘https://getcomposer.org/installer’);” | php

Apabila proses download Composer berhasil, akan muncul file “composer.phar” di direktori “laravel” yang telah Anda buat sebelumnya.

4. Agar Composer dapat diakses dari mana saja (globally), pindahkan file “composer.phar” ke PATH :

# mv composer.phar /usr/local/bin/composer

5. Test apakah Composer sudah berhasil dipasang:

# composer -v

6. Install Package Laravel

  • Untuk mengunduh paket laravel dapat menggunakan dua cara yaitu :

A. Mendownload paket laravel dari github di “https://github.com/laravel/laravel/archive/master.zip”

  • ekstrak file master.zip hasil download ke web server
  • rename nama foldernya menjadi nama lain sesuai nama project
  • masuk ke folder nama project tersebut dengan mode command line
  • jalankan perintah

$ composer install

B. Atau mendownload langsung menggunakan composer langsung.

  • Buat direktori bernama “laravel” di dalam direktori “/var/www/html/”.
  • Buka Command Prompt kemudian arahkan ke direktori webserver “/var/www/html/laravel”, kemudian ketikan sintak berikut:

$ composer create-project laravel/laravel myproject –prefer-dist

Sintak diatas untuk mengunduh laravel dengan nama projek nya “myproject”.

7. Konfigurasi Laravel
Selesai instalasi Laravel, kita harus setting beberapa permissions. Direktori “storage” dan “bootstrap/cache” harus diberi hak akses writable oleh web server.

$ sudo gpasswd -a juwarto www-data

$ cd /var/www/html/laravel/myproject

$ sudo chgrp -R www-data bootstrap/ storage/

$ sudo chmod -R 775 bootstrap/ storage/

8. Mencoba route, edit file “app/Http/routes.php” yang semula berisi:

Route::get(‘/’, function () {
return view(‘welcome’);
});

menjadi

Route::get(‘/’, function () {
return “Project Pertamaku”;
});

9. Buka browser url “http://localhost/laravel/myproject/public/”. Apabila muncul kalimat “Project Pertamaku” di layar browser berarti setup Laravel telah berhasil.

10. Jangan lupa untuk meng-enable modul rewrite di apache web server, kemudian restart web server apache:

$ sudo a2enmod rewrite
$ sudo service apache2 restart

11. Edit file “/etc/apache2/apache2.conf” pada bagian:

<Directory /var/www/>
Options Indexes FollowSymLinks
AllowOverride None
Require all granted
</Directory>

menjadi

<Directory /var/www/>
Options Indexes FollowSymLinks
AllowOverride all
Require all granted
</Directory>

$ sudo service apache2 restart

12. Selanjutnya selamat NGOPREK!

Semoga bermanfaat.

Membuat Portable Linux

Saya seringkali berganti komputer/laptop untuk bekerja, baik di rumah maupun di kantor. Sudah sebulan lebih laptop pribadi di rumah rusak, sehingga terpaksa pinjam latopnya anak. Masalahnya anak saya tidak/belum mau kalau laptopnya dipasang linux. Di kantor pun tidak jauh beda permasalahannya. Laptop kantor terpasang MS Windows, sehingga waktu rapat terpaksa saya pake windows 🙁

Nah hari ini terpikir untuk membuat menginstall linux di external harddisk agar dapat dipakai secara mobile (pindah-pindah mesin). Di kantor saya tinggal colok external harddisk ke laptop kantor, lalu booting. Maka jadilah saya punya mesin linux. Pun di rumah saya bisa pinjam laptop anak untuk mengaktifkan mesin linux saya. Jadilah saya punya mesin linux yang portable!

Untuk mewujudkannya ternyata tidak susah. Berbekal mesin pencari google, saya berhasil menemukan referensi-referensi untuk mewujudkan keinginan tersebut. Berikut saya rangkum langkah demi langkah untuk membuat portable linux:

  • Siapkan USB-LinuxLive yang berisi distro yang diinginkan. Saya menggunakan distro Linux Mint 17.2 Rafaela (32 bit).
  • Agar portable linux nantinya dapat digunakan pada komputer/laptop yang “UEFI based” maupun yang “non-UEFI based”, sehingga portable linux dapat digunakan pada semua jenis komputer dari yang BIOS-based (komputer lama) hingga yang UEFI-based (komputer baru), maka harus dipastikan bahwa USB-LinuxLive di-boot dalam “Legacy/CSM mode” bukan “UEFI mode”. Pada komputer terbaru bisa diatur pada BIOS Setting, sedangkan komputer lama biasanya masih belum menggunakan UEFI.
  • Untuk memastikan apakah sudah boot dengan “Legacy/CSM mode”, maka setelah proses boot selesai silahkan buka terminal linux. Ketik perintah “ls /sys/firmware”. Jika “efi” muncul pada listing hasil perintah tersebut, berarti Anda telah melakukan booting dengan “UEFI mode”. Sebaliknya jika tidak muncul “efi” pada listing hasil perintah, maka berarti Anda telah booting dengan mode yang benar.
  • Siap melanjutkan ke langkah berikutnya.
  • Buka aplikasi GParted untuk menyiapkan partisi pada external harddisk. Klik “Device, lalu klik “Create New Partition Table”. Kemudian pilih dari drop-down menu yang “gpt” (bukan yang “ms-dos”), lalu  klik “Apply”. Sampai langkah ini, external harddisk telah siap untuk di-install linux.
  • Siap melanjutkan ke langkah berikutnya.
  • Tutup semua aplikasi, kemudian jalankan instalasi seperti biasanya. Pastikan target instalasi adalah ke external harddisk. Siapkan pembagian partisi, minimal ada swap-partition dan root-partition. Pastikan juga bootloader dipasang pada external harddisk.
  • Selesai proses instalasi, external harddisk sudah siap digunakan.

Jika Anda menggunakan portable linux ini di komputer yang sudah ada operating system-nya semisal MS-Windows dan Anda ingin memasukkan os tersebut ke dalam Grub, silahkan ikuti langkah berikut:

  • Masuk ke Terminal
  • Ketikkan perintah:
sudo os-prober
  • Seharusnya Anda melihat Windows dari output perintah tersebut.
  • Ketikkan perintah:
sudo update-grub
  • Perintah tersebut untuk memodifikasi Grub agar memasukkan Windows ke dalam daftarnya.

Semoga bermanfaat.

Memperbaiki MBR dengan CLI Linux

Untuk mengembalikan/memperbaiki master boot record (MBR) yang rusak (misal karena menghapus linux dalam mesin dualboot Linux + Windows), bisa dengan menggunakan disk instalasi Windows maupun dengan menggunakan Linux.

Untuk memperbaiki MBR menggunakan linux ada 2 cara, yaitu:

  • Perintah syslinux

sudo dd if=/usr/lib/syslinux/mbr.bin of=/dev/sdf

  • Perintah mbr

sudo install-mbr -i n -p D -t 0 /dev/sdf

Note: “/dev/sdf” adalah mount dari disk yang akan diperbaiki mbr-nya.

Sumber: mumulala.blogspot.com/2013/11/cara-memperbaiki-windows-mbrbootloader.html