Archive for : Januari, 2012

Menginstall Java di Linux

Ini adalah catatan kecil saya (step-by-step) sewaktu menginstall JDK di mesin Ubuntu 11.10 di mana sebelumnya telah terpasang OpenJDK. Mudah-mudahan dapat berguna untuk pengunjung sekalian.

01. Download paket JDK dari situs resmi Oracle.

02. Eksekusi file hasil download di atas (biasanya file binary berekstensi *.bin) sehingga akan terbentuk direktori baru.

Best-practice menurut saya sebaiknya diletakkan di direktori /opt agar bila diperlukan bisa diakses oleh seluruh user.

03. Cek di mana default java pada sistem linux:

# which java

/usr/bin/java

Cek versi java yang aktif:

# java -version

java version “1.6.0_23”

OpenJDK Runtime Environment (IcedTea6 1.11pre) (6b23~pre11-0ubuntu1.11.10)

OpenJDK Server VM (build 20.0-b11, mixed mode)

03. Asumsi java diekstrak di /opt/java/jdk1.6.0_30/ maka agar jdk (JVM) dikenali oleh Linux gunakan perintah alternatives berikut satu per satu:

# sudo update-alternatives –install /usr/bin/java java /opt/java/jdk1.6.0_30/bin/java 1001 (angka 1001 adalah urutan priority)

# sudo update-alternatives –install /usr/bin/jar jar /opt/java/jdk1.6.0_30/bin/jar 1002 (angka 1002 adalah urutan priority)

# sudo update-alternatives –install /usr/bin/javac javac /opt/java/jdk1.6.0_30/bin/javac 1003 (angka 1003 adalah urutan priority)

04. Lakukan aktifasi (set default) java yang harus digunakan oleh sistem linux:

# sudo update-alternatives –config java

Lakukan aktifasi (set default) javac yang harus digunakan oleh sistem linux:

# sudo update-alternatives –config javac

Lakukan aktifasi (set default) jar yang harus digunakan oleh sistem linux:

# sudo update-alternatives –config jar

05. Cek ulang versi java yang aktif:

# java -version

java version “1.6.0_30”

Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.6.0_30-b12)

Java HotSpot(TM) Server VM (build 20.5-b03, mixed mode)

06. Jangan lupa set JAVA_HOME dengan menambahkan dua baris berikut dalam /etc/profile (atau di .bashrc atau .profile di /home/user-bukan-root) pada bagian paling bawah:

export JAVA_HOME=/opt/java/jdk1.6.0_30

export PATH=$PATH:$JAVA_HOME/bin

07. Logout lalu login kembali. Cek apakah JAVA_HOME sudah ada:

# echo $JAVA_HOME

08. Selesai.

Selamat mencoba.

Langkah Mudah Konfigurasi PHPpgadmin

01. Pastikan postgresql server telah terinstall dan dikonfigurasi dengan baik. Baca posting saya yang berjudul Mudah Konfigurasi PostgreSQL.

02. Donwload paket phpPgAdmin dari http://sourceforge.net/projects/phppgadmin/.

03. Ekstrak file hasil download tersebut ke webserver.

04. Masuk ke direktori hasil ekstrak, kemudian edit file “./conf/config.inc.php” sehingga menjadi:

// Hostname or IP address for server. Use ” for UNIX domain socket.

// use ‘localhost’ for TCP/IP connection on this computer

$conf[‘servers’][0][‘host’] = ‘localhost’;

// Database port on server (5432 is the PostgreSQL default)

$conf[‘servers’][0][‘port’] = 5432;

// Change the default database only if you cannot connect to template1.

// For a PostgreSQL 8.1+ server, you can set this to ‘postgres’.

//$conf[‘servers’][0][‘defaultdb’] = ‘template1’;

$conf[‘servers’][0][‘defaultdb’] = ‘postgres’;

05. Seharusnya phpPgAdmin sudah bisa diakses dari browser.

06. Konfigurasi lebih lanjut adalah menghidupkan fitur reports:

  • Dalam lingkungan commandline Masuk ke direktori hasil ekstrak paket phpPgAdmin di webserver, lalu masuk ke subdirektori “./sql”.
  • Jalankan perintah:

# psql template1 < reports-pgsql.sql

  • Akan terbentuk database baru dengan nama “phppgadmin”.
  • Selesai.

07. Silahkan akses phpPgAdmin dari browser dan lihat perbedaannya antara sebelum dihidupkan fitur reports dengan setelahnya.

Selamat mencoba.

Langkah Mudah Konfigurasi PostgreSQL

Berikut adalah catatan kecil saya saat mengkonfigurasi PostgreSQL Server di mesin Ubuntu 10.11 :

01. Instal paket postgresql. Bisa dilakukan dengan download paket dari situs resminya postgresql (http://www.postgresql.org/) ataupun dari repositori server distro linux (Ubuntu, Fedora, SuSE, dll).

02. Pastikan service postgresql telah aktif:

# sudo service postgresql start

03. Konfigurasi cara pertama:

  • Membuat user baru untuk postgresql dengan nama “postgres”:

# sudo -u postgres psql postgres

  • Membuat password untuk user “postgres”:

postgres=# \password postgres

Enter new password: <isikan password yang diinginkan>

Enter it again: <ulang isikan password>

  • Membuat database pertama kali, misalnya database dengan nama “mydb”:

# sudo -u postgres createdb mydb

  • Mengakses database “mydb”:

# sudo -u postgres psql mydb

  • Mengetahui posisi current directory:

mydb=# \! pwd

04. Jika akan mengakses server postgresql secara local (bukan dari mesin lain), mungkin cara kedua ini lebih sederhana:

a. Membuat user account (yang dalam hal ini juga merupakan superuser database) dengan nama yang sama dengan nama login Anda dan kemudian membuat password untuk user tersebut (contoh di sini nama user system linux adalah “juwarto”):

# sudo -u postgres createuser –superuser $USER

# sudo -u postgres psql

postgres=# \password juwarto

Enter new password: <isikan password yang diinginkan>

Enter it again: <ulang isikan password>

b. Membuat database account:

# sudo -u juwarto createdb juwarto

c. Secara default di Ubuntu, PostgreSQL dikonfigurasi untuk menggunakan otentikasi ‘ident sameuser’ untuk setiap koneksi dari mesin yang sama. Jika nama pengguna Ubuntu Anda adalah ‘foo’ dan Anda menambahkan ‘foo’ sebagai pengguna PostgreSQL maka Anda dapat terhubung ke database tanpa memerlukan password. Jadi untuk konek ke postgresql tinggal ketikkan perintah:

# psql

juwarto=#

d. Membuat database baru juga sangat mudah:

# createdb percobaan

05. Konfigurasi selesai. Nantikan tulisan tentang konfigurasi phppgadmin pada posting saya berikutnya.

Langkah Mudah Konfigurasi PHPmyadmin

Langkah Mudah Konfigurasi phpMyadmin

01. Download paket phpMyadmin dari situs resminya (http://www.phpmyadmin.net/).

02. Ekstrak paket phpMyadmin ke direktori webserver.

03. Masuk direktori phpMyadmin hasil ekstrak tersebut, lalu copy file “config.sample.inc.php” ke file “config.inc.php”.

04. Edit file config.inc.php sehingga isinya kurang lebih menjadi sbb:

$cfg[‘blowfish_secret’] = ‘NamAku00324861834876JUWArTO’; /* YOU MUST FILL IN THIS FOR COOKIE AUTH! */

/*

* Servers configuration

*/

$i = 0;

/*

* First server

*/

$i++;

/* Authentication type */

$cfg[‘Servers’][$i][‘user’] = ‘root’;

$cfg[‘Servers’][$i][‘password’] = ‘passroot’; // use here your password

$cfg[‘Servers’][$i][‘auth_type’] = ‘cookie’;

/* Server parameters */

$cfg[‘Servers’][$i][‘host’] = ‘localhost’;

$cfg[‘Servers’][$i][‘connect_type’] = ‘tcp’;

$cfg[‘Servers’][$i][‘compress’] = false;

/* Select mysql if your server does not have mysqli */

$cfg[‘Servers’][$i][‘extension’] = ‘mysql’;

$cfg[‘Servers’][$i][‘AllowNoPassword’] = false;

/*

* phpMyAdmin configuration storage settings.

*/

/* User used to manipulate with storage */

$cfg[‘Servers’][$i][‘controluser’] = ‘root’;

$cfg[‘Servers’][$i][‘controlpass’] = ‘passroot’;

/* Storage database and tables */

$cfg[‘Servers’][$i][‘pmadb’] = ‘phpmyadmin’;

$cfg[‘Servers’][$i][‘bookmarktable’] = ‘pma_bookmark’;

$cfg[‘Servers’][$i][‘relation’] = ‘pma_relation’;

$cfg[‘Servers’][$i][‘table_info’] = ‘pma_table_info’;

$cfg[‘Servers’][$i][‘table_coords’] = ‘pma_table_coords’;

$cfg[‘Servers’][$i][‘pdf_pages’] = ‘pma_pdf_pages’;

$cfg[‘Servers’][$i][‘column_info’] = ‘pma_column_info’;

$cfg[‘Servers’][$i][‘history’] = ‘pma_history’;

$cfg[‘Servers’][$i][‘tracking’] = ‘pma_tracking’;

$cfg[‘Servers’][$i][‘designer_coords’] = ‘pma_designer_coords’;

$cfg[‘Servers’][$i][‘userconfig’] = ‘pma_userconfig’;

05. Buka browser dan akses url phpMyadmin. Login sebagai root.

06. Import script sql bawaan paket phpmyadmin di subdirektori “./scripts/create_tables.sql”.

07. Logout kemudian login kembali. Akan tampil phpMyadmin dengan fitur lengkap dan tampilan indah!

Selamat mencoba.

Note 1

Dalam skenario virtualisasi, di mana phpmyadmin diletakkan di webserver di mesin host (dalam contoh ini mesin host adalah linux) dalam domain “admin.joe”, agar phpmyadmin bisa diakses oleh mesin guest (dalam contoh ini mesin guest adalah Microsoft Windows), maka ada sedikit langkah setting yang harus dilakukan (asumsi ip-number mesin host adalah 192.168.56.1 dan ip-number mesin guest adalah 192.168.56.101) :

[+] Konfigurasi pada mesin host

[-] Ubah isi file /etc/apache2/apache2.conf baris paling bawah :

ServerName 127.0.0.1

menjadi

ServerName 192.168.56.1

[-] Tambahkan pada isi file /etc/hosts :

192.168.56.1 admin.joe

[+] Konfigurasi pada mesin guest

[-] Tambahkan baris berikut dalam file C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts baris paling bawah :

192.168.56.1 admin.joe

[-] Setting browser pada mesin guest :

Internet Options – LAN Settings – Proxy Server – Advanced – Exceptions

Isikan setelah tanda “; 192.168.56.1; admin.joe” (tanpa tanda “”)

[+] Konfigurasi selesai

Dari browser client di mesin guest tinggal ketikkan url “http://admin.joe”

Note 2

Apabila diinginkan dari mesin guest bisa akses mysql (port:3306) langsung tanpa lewat phpmyadmin, maka lakukan beberapa langkah berikut:

[+] Konfigurasi pada mesin host

[-] Buat user pada mysql yang bisa akses dari selain localhost (any)

[-] Edit file /etc/mysql/my.cnf dan ubah baris

bind-address = 127.0.0.1

menjadi

#bind-address = 127.0.0.1

[+] Konfigurasi pada mesin guest

Pastikan user bisa membuka port 3306 (cek firewall)