Keanggotaaan Palestina Di UNESCO

2 November 2011

Kanada sangat kecewa oleh keputusan yang diambil Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan PBB (UNESCO) untuk memberi Palestina status anggota penuh. Menyusul jejak AS, negara itu telah memutuskan untuk membekukan sumbangan baru sukarela buat badan PBB itu. Kebijakan itu disampaikan Urusan Luar Negeri Kanada John Baird, Selasa (01-11-2011).

Baird mengatakan dalam keadaan apa pun Kanada tak bisa memberi sumbangan uang lagi untuk menutup setiap kekurangan anggaran UNESCO, yang mungkin muncul akibat keputusannya. Baird mengatakan di dalam satu pernyataan Kanada juga telah memutuskan bahwa saat ini negara tersebut tak mempertimbangkan kemungkinan skema pendanaan baru.

Ia menambahkan Kanada juga sedang mengkaji pilihan lain sebagai tanggapan atas perkembangan tersebut. Ia juga menambahkan upaya sepihak Palestina untuk memperoleh status negara anggota-atau-pengamat di PBB, UNESCO dan organisasi lain internasional tanpa kesepakatan perdamaian lewat perundingan dengan Israel “akhirnya tak membantu”.

“Kanada terikat komitmen pada perdamaian yang menyeluruh, adil dan langgeng di Timur Tengah. Kanada sekali lagi mendesak semua pihak agar melanjutkan pembicaraan perdamaian langsung, tanpa penundaan atau prasyarat, dengan dasar Pernyataan Kuartet 23 September,” tambah Baird.

Kanada memberi sumbangan sebanyak 10 juta dolar Kanada per tahun untuk UNESCO.

Pada Senin, Palestina diterima oleh UNESCO sebagai anggota penuh dalam pemungutan suara di Konferensi Umum Ke-26 organisasi PBB yang memiliki 194 anggota itu –yang dimulai di Paris pada 25 Oktober dan akan berlangsung sampai 10 November.

Pemungutan suara itu membuat UNESCO menjadi badan pertama PBB yang menerima Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) sebagai anggota penuh sejak Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengajukan permohonan resmi ke PBB untuk jadi anggota pada Sidang Majelis Umum PBB, 23 September. Dewan Keamanan PBB telah memutuskan untuk membahas masalah tersebut pada November.

Prancis termasuk di antara mayoritas negara yang mendukung keanggotaan Palestina, tapi Israel serta Amerika Serikat dengan tegas menentang upaya Palestina di UNESCO dan PBB. UNESCO bergantung atas Amerika Serikat untuk memperoleh 22 persen anggaran tahunannya, atau sebanyak 70 juta dolar AS per tahun, demikian laporan yang sebelumnya disiarkan oleh New York Times.

Sumbangan Israel berjumlah sebanyak tiga persen dari anggaran tahunan organisasi tersebut. Konferensi Umum UNESCO itu dihadiri oleh negara anggota dan negara peninjau, organisasi antar-pemerintah serta organisasi non-pemerintah. Masing-masing negara anggota memiliki satu suara, tak peduli ukurannya atau besarnya sumbangannya bagi anggaran organisasi PBB tersebut. (Ajeng Ritzki Pitakasari/Antara/Xinhua-Oana/RoL)

Sumber : Dakwatuna

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.