Archive for : Oktober, 2011

Bill Gates Biography

William Henry “Bill” Gates III (lahir 28 Oktober 1955) adalah seorang tokoh bisnis, investor, filantropis, penulis asal Amerika Serikat, serta mantan CEO yang saat ini menjabat sebagai ketua Microsoft, perusahaan perangkat lunak yang ia dirikan bersama Paul Allen. Ia menduduki peringkat tetap di antara orang-orang terkaya di dunia[5] dan menempati peringkat pertama sejak 1995 hingga 2009, tidak termasuk 2008 ketika ia turun ke peringkat tiga. Selama karirnya di Microsoft, Gates pernah menjabat sebagai CEO dan kepala arsitek perangkat lunak, dan masih menjadi pemegang saham perorangan terbesar dengan lebih dari 8 persen saham umum perusahaan. Ia juga telah menulis beberapa buku.Bill Gates 2007

Gates termasuk salah seorang pengusaha revolusi komputer pribadi terkenal di dunia. Meski ia dikagumi banyak orang, beberapa orang dalam industrinya mengkritik taktik bisnisnya yang dianggap anti-kompetitif, suatu opini yang didukung oleh pengadilan dalam beberapa kasus. Pada tahap-tahap akhir karirnya, Gates melakukan beberapa usaha filantropi dengan menyumbangkan sejumlah besar dana ke berbagai organisasi amal dan program penelitian ilmiah melalui Bill & Melinda Gates Foundation yang didirikan tahun 2000.

Gates mengundurkan diri sebagai pejabat eksekutif tertinggi Microsoft pada bulan Januari 2000. Ia masih menjabat sebagai ketua dan membentuk jabatan kepala arsitek perangkat lunak. Pada Juni 2006, Gates mengumumkan bahwa ia akan bekerja paruh waktu di Microsoft dan purna waktu di Bill & Melinda Gates Foundation. Ia secara bertahap melimpahkan semua pekerjaannya kepada Ray Ozzie, kepala arsitek perangkat lunak, dan Craig Mundie, pejabat riset dan strategi tertinggi Microsoft. Hari kerja purna waktu terakhir Gates di Microsoft adalah 27 Juni 2008. Ia masih bekerja di Microsoft sebagai ketua non-eksekutif.

Kehidupan Awal

Gates lahir di Seattle, Washington, dari pasangan William H. Gates, Sr. dan Mary Maxwell Gates yang merupakan keturunan bangsa Inggris, Jerman, dan Skot-Irlandia. Keluarganya termasuk masyarakat menengah ke atas; ayahnya adalah pengacara ternama, ibunya menjabat sebagai anggota dewan direktur First Interstate BancSystem dan United Way, dan ayahnya, J. W. Maxwell, adalah presiden bank nasional. Gates memiliki seorang kakak bernama Kristi (Kristianne) dan seorang adik bernama Libby. Ia merupakan keturunan keempat dalam keluarganya, namun dikenal sebagai William Gates III atau “Trey” karena ayahnya menyandang akhiran “II”. Pada awal kehidupannya, orang tua Gates mengharapkan ia berkarir di bidang hukum.[13] Ketika Gates masih muda, keluarganya sering menghadiri gereja Kongregasi.

Pada usia 13 tahun, ia bersekolah di Lakeside School, sebuah sekolah persiapan eksklusif di Seattle. Ketika ia kelas delapan, Mothers Club di sekolah memanfaatkan izin dari obral barang lama Lakeside School untuk membeli sebuah terminal Teletype Model 33 ASR dan sebagian waktu komputer menggunakan komputer General Electric (GE) untuk siswa sekolah. Gates tertarik memprogram sistem GE menggunakan BASIC, dan keluar dari kelas matematikanya untuk mengejar keinginannya. Ia menulis program komputer pertamanya di mesin ini, sebuah penerapan tic-tac-toe yang memungkinkan pengguna bermain komputer melawan komputer. Gates terpesona dengan mesin ini dan cara mesin mengeksekusi kode perangkat lunak dengan sempurna. Ketika ia mengenang kembali masa-masa itu, ia mengatakan, “Ada sesuatu yang pas dengan mesin tersebut.” Setelah sumbangan Mothers Club habis, ia dan siswa lain menghabiskan waktu dengan mengerjakan beberapa sistem, termasuk minikomputer DEC PDP. Salah satu sistem tersebut adalah PDP-10 yang dimiliki oleh Computer Center Corporation (CCC), yang melarang empat siswa Lakeside_ Gates, Paul Allen, Ric Weiland, dan Kent Evans _selama musim panas setelah mereka tertangkap mengeksploitasi bug di sistem operasi untuk memperoleh waktu komputer bebas.

Menjelang akhir masa larangan, keempat siswa ditawarkan untuk menemukan bug di perangkat lunak CCC dengan imbalan waktu komputer. Bukannya memakai sistem via Teletype, Gates pergi ke kantor CCC dan mempelajari kode sumber berbagai program yang berjalan di sistem tersebut, termasuk program dalam bahasa FORTRAN, LISP, dan bahasa mesin. Perjanjian dengan CCC ini berlanjut hingga 1970, ketika perusahaan ini bangkrut. Pada tahun berikutnya, Information Sciences, Inc. mempekerjakan empat siswa Lakeside tersebut untuk menulis program pembayaran gaji dalam bahasa COBOL dan memberi mereka waktu komputer dan royalti. Setelah pengurusnya sadar akan kemampuan pemrogramannya, Gates menulis program komputer sekolah untuk membuat jadwal kelas siswa. Ia memodifikasi kode sehingga ia ditempatkan di kelas-kelas yang didominasi perempuan. Ia kemudian menyatakan bahwa “sulit sekali menarik diri dari mesin yang mampu aku gunakan untuk mendemonstrasikan kesuksesan secara jelas.” Pada usia 17 tahun, Gates dan Allen membentuk suatu usaha bersama bernama Traf-O-Data, untuk menciptakan penghitung lalu lintas berbasis prosesor Intel 8008. Pada awal 1973, Bill Gates bekerja sebagai pembantu kongres di Dewan Perwakilan Rakyat AS.

Gates lulus dari Lakeside School pada tahun 1973. Ia memperoleh nilai 1590 dari total 1600 pada ujian SAT dan berkuliah di Harvard College pada musim gugur 1973. Di Harvard, ia bertemu dengan Steve Ballmer, yang kelak menggantikan Gates sebagai CEO Microsoft.

Pada tahun keduanya, Gates merancang sebuah algoritma untuk penyortiran panekuk sebagai solusi atas satu dari serangkaian masalah yang belum terpecahkan dalam kelas kombinatorika oleh Harry Lewis, salah seorang profesornya. Solusi Gates memegang rekor sebagai versi tercepat selama 30 tahun; penggantinya justru lebih cepat satu persen saja. Solusinya kemudian diresmikan dalam bentuk cetakan bekerjasama dengan ilmuwan komputer Harvard, Christos Papadimitriou.

Gates tidak punya rencana belajar tetap ketika menjadi mahasiswa di Harvard dan menghabiskan banyak waktunya dengan menggunakan komputer sekolah. Gates masih berkomunikasi dengan Paul Allen, dan ia bergabung dengannya di Honeywell pada musim panas 1974. Pada tahun berikutnya, MITS Altair 8800 berbasis CPU Intel 8080 diluncurkan, dan Gates dan Allen melihat peluncurannya sebagai kesempatan untuk mendirikan perusahaan perangkat lunak komputer sendiri. Ia telah membicarakan keputusan ini bersama orang tuanya yang sangat mendukungnya setelah mereka melihat antusiasme Gates untuk mendirikan perusahaan.

Microsoft

Microsoft menjual beragam produk software. Banyak dari produk tersebut dikembangkan secara internal, misalnya Microsoft Basic. Beberapa produk dibeli dari pihak lain lalu dimerek ulang oleh Microsoft untuk distribusinya, seperti Microsoft Project, sebuah program manajemen projek; Visio, sebuah program pentabelan; DoubleSpace; Virtual PC yang dibeli dari Connectix; dan bahkan MS-DOS sendiri, yang menjadi awal kesuksesan Microsoft dalam dunia pembuatan dan pemasaran perangkat lunak.

Bill Gates 2009MS-DOS sebenarnya dibuat oleh sebuah perusahaan pembuat komputer, yang bernama Seattle Computer Products (SCP) yang dikepalai oleh Tim Patterson–yang belakangan direkrut oleh Microsoft untuk mengembangkan DOS–pada tahun 1980 sebagai sebuah perangkat lunak sistem operasi dengan nama Q-DOS (singkatan dari Quick and Dirty Operating System), yang selanjutnya diubah namanya menjadi 86-DOS, karena Q-DOS didesain agar dapat berjalan pada komputer dengan prosesor Intel 8086. Microsoft pun membeli lisensinya dengn harga 50.000 dolar Amerika dari SCP, lalu mengubah namanya menjadi MS-DOS. Selanjutnya, saat IBM hendak meluncurkan komputer pribadi yang disebut dengan IBM PC, Microsoft pun menjual lisensi MS-DOS kepada IBM.

Pada bulan April 2002, Microsoft diorganisasi-ulang menjadi tujuh unit bisnis utama, yaitu:

  1. Windows Client (mengelola client, server dan sistem operasi bernama Microsoft Windows)
  2. Information Worker (mengelola produk software perkantoran)
  3. Microsoft Business Solutions (mengelola jasa bisnis dan aplikasi proses)
  4. Server and Tools (mengelola perangkat pengembangan dan software server yang terintegrasi)
  5. Mobile and Embedded Devices (mengelola palmtop dan jasa telepon)
  6. MSN (mengelola jasa berbasis-web)
  7. Home and Entertainment (mengelola hardware dan software konsumen)

Ada pula Unit Bisnis Macintosh yang menjadikan Microsoft pengembang software Macintosh terbesar di luar Apple sendiri.

BASIC

Setelah membaca Popular Electronics edisi Januari 1975 yang mendemonstrasikan Altair 8800, Gates menghubungi Micro Instrumentation and Telemetry Systems (MITS), pencipta mikrokomputer baru tersebut, untuk memberitahu mereka bahwa ia dan teman-temannya sedang mengerjakan penerjemah BASIC untuk digunakan sebagai platformnya. Kenyataannya, Gates dan Allen tidak memiliki komputer Altair dan belum menulis sebarispun kode BASIC; mereka hanya ingin membuat MITS tertarik. Presiden MITS Ed Roberts setuju menemui mereka untuk melihat demonya, dan dalam kurun beberapa minggu mereka mengembangkan emulator Altair yang beroperasi di sebuah minikomputer, dan kemudian penerjemah BASIC. Demonstrasi yang diadakan di kantor MITS di Albuquerque tersebut berhasil dan menghasilkan kesepakatan dengan MITS untuk mendistribusikan penerjemah ini dengan nama Altair BASIC. Paul Allen dipekerjakan di MITS, dan Gates absen dari Harvard untuk bekerja bersama Allen di MITS di Albuquerque pada November 1975. Mereka menamai kemitraan mereka “Micro-Soft” dan mendirikan kantor pertamanya di Albuquerque. Satu tahun berikutnya, tanda penghubung pada namanya dihapus, dan pada 26 November 1976, nama dagang “Microsoft” didaftarkan di Kementerian Luar Negeri New Mexico. Gates tidak pernah kembali ke Harvard untuk menyelesaikan studinya.

BASIC Microsoft dikenal oleh para penggemar komputer, namun Gates kemudian menemukan bahwa salinan pra-pasarnya telah bocor ke masyarakat dan terus disalin dan didistribusikan secara luas. Pada Februari 1976, Gates menulis Open Letter to Hobbyists di surat berita MITS yang menyatakan bahwa MITS tidak boleh terus memproduksi, mendistribusikan, dan mempertahankan perangkat lunak berkualitas tinggi tanpa membayarnya. Surat ini disambut dingin oleh banyak penggemar komputer, namun Gates mempertahankan keyakinannya bahwa para pengembang perangkat lunak harus mampu meminta bayaran. Microsoft terbebas dari MITS pada akhir 1976, dan perusahaan ini terus mengembangkan perangkat lunak bahasa pemrograman untuk berbagai sistem. Perusahaan ini pindah dari Albuquerque ke kantor barunya di Bellevue, Washington pada 1 Januari 1979.

Pada tahun-tahun awal Microsoft, semua karyawan punya tanggung jawab besar atas bisnis perusahaan. Gates mengawasi rincian bisnis dan juga menulis kode. Pada lima tahun pertama, Gates secara pribadi meninjau setiap baris kode yang dikirimkan perusahaan, dan sering menulis ulang beberapa bagian kode agar terlihat pas.

Kemitraan dengan IBM

Pada tahun 1980, IBM membujuk Microsoft untuk menulis penerjemah BASIC untuk komputer pribadi mereka selanjutnya, IBM PC. Ketika perwakilan IBM menyebutkan bahwa mereka butuh sebuah sistem operasi, Gates memberi rujukan kepada Digital Reserach (DRI), pembuat sistem operasi CP/M yang banyak digunakan pada masa itu. Diskusi IBM dengan Digital Research tidak membuahkan hasil, dan mereka tidak mencapai persetujuan lisensi. Perwakilan IBM Jack Sams menyebutkan kesulitan izin lisensi pada pertemuan selanjutnya dengan Gates dan memintanya untuk mencari sebuah sistem operasi yang layak. Beberapa minggu kemudian Gates berencana menggunakan 86-DOS (QDOS), sebuah sistem operasi mirip CP/M yang dibuatkan perangkat lunaknya oleh Tim Paterson dari Seattle Computer Products (SCP) sama seperti PC. Microsoft membuat persetujuan dengan SCP untuk menjadi agen lisensi eksekutif, dan kemudian pemilik mutlak 86-DOS. Setelah mengadaptasi sistem operasi untuk PC, Micrsofot mengirimkannya ke IBM dalam bentuk PC-DOS dengan imbalan bayaran $50.000. Gates tidak menawarkan pemindahan hak cipta sistem operasi ini, karena ia yakin produsen perangkat lunak lain akan meniru sistem IBM. Mereka benar, dan penjualan MS-DOS menjadikan Microsoft pemain utama dalam industri komputer.

Gates mengawasi restrukturisasi perusahaan Microsoft pada 25 Juni 1981 yang menggabungkan kembali perusahaan di negara bagian Microsoft dan menjadikan Gates Presiden dan Ketua Dewan Microsoft.

Windows

Microsoft meluncurkan versi ritel pertama Microsoft Windows pada 20 November 1985, dan pada bulan Agustus, perusahaan ini mencapai persetujuan dengan IBM untuk mengembangkan sistem operasi terpisah bernama OS/2. Meski kedua perusahaan ini berhasil mengembangkan versi pertama dari sistem ini, perbedaan kreativitas merusak kerjasama ini. Gates mengeluarkan memo internal pada 16 Mei 1991 yang mengumumkan bahwa kerjasama OS/2 berakhir dan Microsoft mengalihkan operasinya ke pengembangan kernel Windows NT.

Gaya Manajemen

Sejak pendirian Microsoft tahun 1975 hingga 2006, Gates mempunyai tanggung jawab besar terhadap strategi produk perusahaan. Ia secara agresif memperluas jajaran produk perusahaan, dan ketika Microsoft berhasil mendominasi pasar ia mempertahankannya sekuat tenaga. Ia mendapat reputasi sebagai orang yang menjauhkan diri dari sekitarnya; pada awal 1981 seorang eksekutif industri mengeluh kepada masyarakat bahwa “Gates terkenal karena tidak bisa dihubungi melalui telepon dan tidak membalas panggilan telepon.”

Sebagai seorang eksekutif, Gates secara rutin bertemu dengan manajer senior dan manajer program Microsoft. Beberapa pengakuan langsung dari rapat ini menyebutkan Gates sebagai orang yang menyerang dengan kata-kata, memarahi manajer karena mengetahui ada lubang ada strategi bisnis atau proposal mereka yang menempatkan rencana jangka panjang perusahaan di ujung tanduk. Ia sering memotong presentasi dengan komentar seperti, “Itu hal terbodoh yang pernah aku dengar!” dan, “Lebih baik kamu mengembalikan opsimu dan bergabung dengan Korps Perdamaian.” Target kemarahannya adalah mempertahankan proposal serinci-rincinya hingga Gates yakin sepenuhnya. Ketika bawahannya terlihat menunda-nunda pekerjaannya, Gates dikenal mengutarakan kata-kata sarkastik, “Biar aku saja yang mengerjakannya akhir minggu nanti.”

Sebagian besar peran Gates di Microsoft hanya menangani manajemen dan tugas eksekutif. Meski begitu, ia adalah pengembang perangkat lunak aktif pada tahun-tahun awalnya, terutama pada produk bahasa pemrograman Microsoft. Ia juga secara tidak resmi menjadi bagian dari tim pengembang sejak mengerjakan TRS-80 Model 100, dan juga menulis kode pada akhir 1989 yang diikutsertakan dalam produk-produk perusahaan. Pada 15 Juni 2006, Gates mengumumkan bahwa ia akan menghentikan pekerjaan hariannya selama dua tahun berikutnya untuk memfokuskan diri pada aktivitas filantropi. Ia membagi tugasnya kepada dua orang penggantinya, yaitu Ray Ozzie pada manajemen harian dan Craig Mundie pada strategi produk jangka panjang.

Litigasi Antipercaya

Banyak keputusan yang menjurus pada litigasi antipercaya terhadap praktik bisnis Microsoft disetujui oleh Gates. Pada kasus United States v. Micrsofot tahun 1998, Gates memberikan pengakuan deposisi bahwa beberapa jurnalis selalu menghindar. Ia berdebat dengan penyidik David Boies tentang arti kontekstual dari kata-kata seperti “compete” (bersaing), “concerned” (mengkhawatirkan) dan “we” (kami/kita). BusinessWeek melaporkan:

“Putaran pertama deposisi menunjukkan Gates memberikan jawaban tidak jelas dan mengatakan ‘Aku tidak ingat,’ beberapa kali sampai-sampai hakim tertawa kecil. Buruknya, banyak penolakan dan ketidaktahuan kepala teknologi ini dibantah oleh jaksa dengan menampilkan bagian-bagian surel yang dikirim dan diterima Gates.”

Gates kemudian mengatakan bahwa ia perlu melawan upaya-upaya Boies untuk menyalahartikan kata-kata dan tindakannya. Sesuai kelakuannya ketika deposisi, ia mengatakan, “Apakah aku mengelak dari pertanyaan Boies? … Aku mengaku bersalah. Segala hukuman terhadapku harus ditarik: ketidaksopanan terhadap Boies harus diutamakan.”[51] Meski Gates menolak, hakim menyatakan bahwa Microsoft telah melakukan monopolisasi dan pengikatan, dan menghambat persaingan, serta melanggar Sherman Antitrust Act.

Kemunculan di Iklan

Gates muncul di beberapa iklan yang mempromosikan Microsoft pada tahun 2008. Iklan pertama, juga dibintangi Jerry Seinfeld, adalah percakapan 90 detik ketika Seinfeld berjalan di depan toko sepatu diskon (Shoe Circus) di sebuah mal dan melihat Gates membeli sepatu di toko tersebut. Si penjual berusaha menjual sepatu yang ukurannya lebih besar satu nomor kepada Gates. Ketika Gates membayarnya, ia memegang kartu diskonnya yang menampilkan versi suntingan foto wajahnya ketika ditangkap di New Mexico pada tahun 1977 akibat pelanggaran lalu lintas. Ketika mereka berdua berjalan keluar mal, Seinfeld bertanya kepada Gates apakah ia telah menyatukan pikirannya dengan para pengembang lain, setelah dijawab ya, ia bertanya lagi apakah mereka bekerjasama untuk membuat komputer yang bisa dimakan, dan Gates menjawab ya. Beberapa orang mengatakan bahwa iklan ini merupakan penghormatan atas acara Seinfeld yang “biasa-biasa saja” (Seinfeld). Pada iklan kedua, Gates dan Seinfeld menginap di rumah sebuah keluarga kelas menengah dan mencoba menyesuaikan diri dengan orang-orang biasa.

Pasca-Microsoft

Sejak meninggalkan Microsoft, Gates melanjutkan aktivitas filantropinya dan, di antara proyek-proyek lain, membeli hak video serial Messenger Lectures berjudul The Character of Physical Law, disampaikan di Cornell University oleh Richard Feynman pada tahun 1964 dan direkam oleh BBC. Video-video tersebut tersedia untuk umum secara daring di Project Tuva Microsoft.

Pada April 2010, Gates diundang untuk mengunjungi dan menyampaikan ceramah di Massachusetts Institute of Technology. Ia meminta mahasiswa untuk menangani masalah-masalah besar dunia yang akan mereka alami di masa depan.

Kehidupan Pribadi

Gates menikahi Melinda French pada 1 Januari 1994. Mereka dikaruniai tiga orang anak: Jennifer Katharine Gates (lahir 1996), Rory John Gates (lahir 1999), dan Phoebe Adele Gates (lahir 2002). Rumah keluarga Gates merupakan sebuah rumah bawah tanah di sisi sebuah bukit yang menghadap Lake Washington di Medina. Menurut catatan publik King County, pada 2006 nilai total properti (tanah dan rumah) keluarga Gates adalah $125 juta, dan pajak properti setiap tahunnya sebesar $991.000.

Rumah seluas 66.000 ft² (6,100 m²) ini memiliki kolam renang seluas 60-kaki (18 m) dengan sistem musik bawah air, serta gimnasium seluas 2.500 ft² (230 m²) dan ruang makan seluas 1.000 ft² (93 m²).

Termasuk di antara akuisisi pribadi Gates adalah Codex Leicester, yaitu koleksi tulisan Leonardo da Vinci, yang dibeli Gates senilai $30,8 juta melalui pelelangan tahun 1994. Gates juga dikenal sebagai seorang kutu buku, dan langit-langit perpustakaan besar di rumahnya dipenuhi ukiran kutipan dari The Great Gatsby. Ia juga senang bermain kartu bridge, tenis, dan golf.

Gates pernah menempati peringkat pertama pada daftar Forbes 400 sejak 1993 hingga 2007 dan peringkat satu pada daftar The World’s Richest People Forbes sejak 1995 hingga 2007 dan 2009. Pada 1999, kekayaan Gates pernah melewati angka $101 miliar, akibatnya media menyebutnya sebagai “centibillionaire”. Sejak 2000, jumlah nominal sahamnya di Microsoft menurun karena jatuhnya harga saham Microsoft setelah pecahnya gelembung dot-com dan sumbangan multi-miliar dolar kepada berbagai yayasan amal. Pada wawancara bulan Mei 2006, Gates berkomentar bahwa ia bukanlah orang terkaya di dunia karena ia tidak suka perhatian yang muncul akibat gelar tersebut. Gates memiliki beberapa investasi di luar Microsoft yang pada 2006 menggajinya sebesar $616.667 serta bonus $350.000 sehingga totalnya mencapai $966.667. Ia mendirikan Corbis, sebuah perusahaan gambar digital, pada tahun 1989. Pada tahun 2004 ia menjadi direktur Berkshire Hathaway, perusahaan investasi yang diketuai oleh sahabat lamanya, Warren Buffett. Pada Maret 2010, Bill Gates menempati peringkat kedua sebagai orang terkaya di dunia setelah dikalahkan Carlos Slim.

Filantropi

Gates mulai menghargai harapan masyarakat terhadapnya ketika opini publik terus menyatakan bahwa Gates mampu menyumbangkan sebagian kekayaannya untuk amal. Gates mempelajari karya Andrew Carnegie dan John D. Rockefeller, dan pada 1994 ia menjual sebagian sahamnya di Microsoft untuk mendirikan William H. Gates Foundation. Pada tahun 2000, Gates dan istrinya menggabungkan tiga yayasan keluarga menjadi satu dan membentuk yayasan amal Bill & Melinda Gates Foundation, yang saat ini merupakan yayasan amal yang beroperasi secara transparan terbesar di dunia. Yayasan ini mengizinkan para donatur mengakses informasi tentang bagaimana uang yayasan dikeluarkan, tidak seperti organisasi amal besar lainnya seperti Wellcome Trust. Kedermawanan dan filantropi luas David Rockefeller telah diakui sebagai pengaruh besar yayasan ini. Gates dan ayahnya bertemu dengan Rockefeller beberapa kali dan mencontoh sebagian cara penyalurannya pada fokus filantropi keluarga Rockefeller, terutama masalah-masalah global yang diabaikan oleh pemerintahan dan organisasi lain. Pada tahun 2007, Bill dan Melinda Gates merupakan filantropis paling dermawan kedua di Amerka Serikat, dengan sumbangan untuk amal sebanyak $28 miliar.

Pada saat yang sama yayasan ini dikritik karena menginvestasikan aset yang belum didistribusikan dengan tujuan eksklusif memaksimalkan pulangan investasi. Akibatnya, investasi mereka meliputi perusahaan-perusahaan yang dituduh memperburuk kemiskinan di negara-negara berkembang yang justru keberadaannya berusaha dikurangi oleh yayasan ini. Investasi mereka meliputi perusahaan-perusahaan yang banyak menghasilkan polusi, dan perusahaan farmasi yang tidak menjual produk-produknya ke negara berkembang. Sebagai tanggapan atas kritik pers, pada 2007 yayasan ini mengumumkan peninjauan atas semua investasinya untuk menilai tanggung jawab sosialnya. Yayasan ini kemudian membatalkan peninjauan dan mempertahankan kebijakan investasi untuk pulangan maksimal, dan menggunakan hak suara untuk mempengaruhi praktik perusahaan.

Istri Gates mengajak masyarakat untuk belajar dari usaha-usaha filantropi keluarga Salwen, yang menjual rumahnya dan menyumbangkan setengah nilainya, sebagaimana disebutkan dalam buku The Power of Half. Gates dan istrinya mengundang Joan Salwen ke Seattle untuk membicarakan tentang hal-hal yang dilakukan oleh keluarga tersebut, dan pada 9 Desember 2010, Gates, investor Warren Buffett, dan Mark Zuckerberg (CEO Facebook) menandatangani janji yang mereka sebut “Gates-Buffet Giving Pledge”. Isinya adalah mereka berjanji untuk menyumbangkan setengah kekayaan mereka untuk amal secara bertahap.

Penghargaan

Pada tahun 1987, Gates secara resmi dinyatakan sebagai seorang miliarder dalam halaman 400 Richest People in America majalah Forbes, beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ke-32. Sebagai miliarder usaha sendiri termuda di dunia, kekayaannya mencapai $1,25 miliar, $900 juta lebih banyak daripada tahun sebelumnya, ketika ia masuk pertama kalinya dalam daftar ini.

Majalah Time menamai Gates sebagai satu dari 100 orang paling berpengaruh pada abad ke-20, serta satu dari 100 orang paling berpengaruh tahun 2004, 2005, dan 2006. Time juga secara kolektif menamai Gates, istrinya Melinda dan penyanyi utama U2 Bono sebagai Persons of the Year 2005 atas upaya kemanusiaan mereka. Pada tahun 2006, ia menempati peringkat kedelapan dalam daftar “Heroes of our time”. Gates masuk dalam daftar orang terkuat Sunday Times tahun 1999, dijuluki CEO tahun ini oleh majalah Chief Executive Officers tahun 1994, menempati peringkat pertama dalam daftar “Top 50 Cyber Elite” oleh Time tahun 1998, peringkat kedua di Upside Elite 100 tahun 1999 dan disebutkan oleh The Guardian dalam daftar “Top 100 influential people in media” tahun 2001.

Pada tahun 1994, ia mendapat penghormatan sebagai Distinguished Fellow ke-20 di British Computer Society. Gates telah menerima gelar doktorat penghormatan dari Nyenrode Business Universiteit, Breukelen, Belanda, pada tahunn 2000; Royal Institute of Technology, Stockholm, Swedia pada tahun 2002; diundang pada tahun 2003 untuk menyampaikan ceramah intisari di hadapan Golden Jubilee of the Indian Institute of Technology yang diadakan di San Jose, California; Waseda University, Tokyo, Jepang pada tahunn 2005; Tsinghua University, Beijing, Cina, pada bulan April 2007; Harvard University pada bulan Juni 2007; Karolinska Institutet, Stockholm, pada bulan Januari 2008, dan Cambridge University pada bulan Juni 2009. Ia juga dijadikan sebagai anggota kehormatan Peking University pada tahun 2007. Gates juga diberikan gelar kehormatan Knight Commander of the Order of the British Empire (KBE) oleh Ratu Elizabeth II pada tahun 2005. Para entomolog juga memberi nama bunga kembang Bill Gates, Eristalis gatesi, sebagai tanda penghormatan.

Pada November 2006, ia dan istrinya diberi penghargaan Order of the Aztec Eagle atas aktivitas filantropi mereka di seluruh dunia dalam bidang kesehatan dan pendidikan, terutama di Meksiko, dan tepatnya pada program “Un país de lectores”. Pada Oktober 2009, diumumkan bahwa Gates diberi penghargaan 2010 Bower Award for Business Leadership dari The Franklin Institute atas pencapaiannya dalam bisnis dan aktivitas filantropinya. Pada tahun 2010, ia memperoleh Silver Buffalo Award dari Boy Scouts of America, penghargaan tertinggi untuk orang dewasa, atas jasanya kepada para pemuda.

Investasi

  1. Cascade Investments LLC, perusahaan investasi dan holding swasta Amerika Serikat yang diawasi oleh Bill Gates dan berkantor pusat di kota Kirkland, Washington.
  2. bgC3, perusahaan wadah pemikir baru yang didirikan oleh Bill Gates.
  3. Corbis, perusahaan jasa pemberi lisensi dan hak cipta gambar digital.
  4. TerraPower, perusahaan desain reaktor nuklir.

Terbitan

Gates telah menulis dua buku :

  1. The Road Ahead (1995)
  2. Business @ the Speed of Thought (1999)

Filmografi

Gates pernah muncul di satu film: “Waiting For Superman“.

Gates juga muncul di sebuah film tentang sejarah industri komputer pribadi: “Pirates of Silicon Valley“, sebuah dokudrama 1999 yang menceritakan kebangkitan Apple dan Microsoft. Ia diperankan oleh Anthony Michael Hall.

Sumber : Wikipedia

Real Pagerank

PageRank Prediction

This Google Pagerank prediction tool will predict your website’s future Page Rank based on the quality and quantity of backlinks. Note, PR predictor will provide an estimation of the future Google PageRank and should not be considered exact.

Really, it is not the Google Pagerank prediction this is detecting of Real PR. There is no secret that Google shows not real pr. Current PR is usually lower than must be. It could be because your site is young or you are selling links. You can also violate some google rules without knowing about existence of these norms. Therefore, generally, Real PR must be higher than current pagerank on your google toolbar. Our Pagerank prediction tool shows Real PR without any Google’s reducing factors.

Website URL : http://blog.juwarto.web.id/

  • Current Page Rank for juwarto.web.id/ : 0/10
  • Predicted Page Rank for juwarto.web.id/ : 2 / 10

Ternyata Google Pagerank itu tidak real. Menurut perhitungan http://www.seomastering.com blog ini sudah PR 2, walaupun  menurut Google Pagerank masih PR 0. Jadi merasa geer 🙂

Linus Torvalds Biography

Linus Benedict Torvalds (lahir di Helsinki, Finlandia, 28 Desember 1969) adalah rekayasawan perangkat lunak Finlandia yang dikenal sebagai perintis pengembangan Kernel Linux. Ia sekarang bertindak sebagai koordinator proyek tersebut.

Linus Torvalds MudaLinux terinsipirasi oleh Minix (suatu sistem operasi yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum) untuk mengembangkan suatu sistem operasi mirip-Unix (Unix-like) yang dapat dijalankan pada suatu PC. Linux sekarang dapat dijalankan pada berbagai arsitektur lain.

Ketika Linus Torvalds, seorang mahasiswa Finlandia pendiam membagi-bagikan kode sumber (source code) kernel Linux seukuran disket via internet di tahun 1991, ia sama sekali tidak menduga bahwa apa yang dimulainya melahirkan sebuah bisnis bernilai milyaran dolar di kemudian hari.

Ia bahkan tidak menduga Linux kemudian menjadi sistem operasi paling menjanjikan, yang bisa dibenamkan ke dalam server, komputer desktop, tablet PC, PDA, handphone, GPS, robot, mobil hingga pesawat ulang alik buatan NASA.

Tidak hanya itu, banyak maniak Linux (Linuxer) yang membeli perangkat buatan Apple dan mengganti sistem operasinya dengan Linux. Bagi saya itu sedikit gila, mengingat menghapus sistem operasi Mac & iPod berarti membuang duit dan menggantinya sistem operasinya cukup sulit dibanding desktop berbasis Windows. Saat ini 20% pangsa pasar desktop di seluruh dunia menggunakan Linux jauh di atas Machintosh dan terus mengejar desktop Windows. Dan 12,7% server di seluruh dunia menggunakan Linux, jauh di atas UNIX, BSD, Solaris, dan terus meningkat menggerus pangsa pasar server Microsoft.

Saat ini Linus meninggalkan posisi menjanjikan di perusahaan semi konduktor Transmeta dan tinggal bersama istri dan 3 anaknya di sebuah bukit di desa di Portland, Oregon, USA, berdekatan dengan markas Open Source Development Labs. Organisasi nirlaba ini diawaki oleh 20-an programmer yang punya gairah hampir sama dengan Linus. Mereka terus mengLinus Torvalds Mejengembangkan kernel Linux yang kini berukuran 290-an MegaBytes atau melebihi 9 milyar baris kode. Linux beserta timnya menerima masukan baris-baris kode dari seluruh penjuru dunia, menyortir, menetapkan skala prioritas dan memasukkan gagasan paling brilian ke dalam kernel. LSD sendiri disokong oleh puluhan raksasa IT seperti IBM, HP, Dell dan Sun, baik dari sisi materi maupun sumber daya manusia.

Linus bukan orang pertama yang membagi-bagikan source code karena pola ini adalah hal yang biasa di masa awal tumbuhnya industri komputer. Tapi Linus sukses menetapkan standar yang memaksa banyak pengembang ikut membebaskan kode sumber program mereka, mulai dari BSD, Solaris, Suse, Java hingga Adobe.

Meski hanya bergaji ratusan ribu dolar pertahun, Linus telah menciptakan banyak multimilyuner dalam industri komputer mulai dari RedHat, Suse, Debian, Mandriva, Ubuntu dan banyak developer software open source lainnya. HaLinus Torvalds Lagimpir tak ada yang berubah dari Linus. Ketika ia datang terlambat di suatu konferensi IT, ia bahkan tak segan-segan duduk di lantai dengan celana pendek dan sepatu-sandal kesukaannya. Ia bahkan tidak marah tatkala memberikan pidato di mimbar dan diinterupsi oleh beberapa programmer BSD yang maju ke depan panggung yang mengklaim bahwa kernel BSD jauh lebih hebat ketimbang kernel Linux. Ia bahkan tidak segan-segan memakai T-Shirt BSD yang disodorkan pemrotes dan melanjutkan pidatonya.

Menurut Linus, apa yang dilakukannya hanyalah untuk berbagi. Berbeda dengan Richard M Stallman yang fanatik dengan konsep free software, Linus hanya menekankan sisi keterbukaan (open), tak peduli apakah kemudian dalam suatu sistem operasi bercampur program free dan proprietery.

Setiap kata-kata Linus hampir menjadi sabda di kalangan Linuxer yang menciptakan standar nilai tertentu. Setiap publikasi, pidato, email dab press releasenya selalu ditunggu-tunggu jutaan orang. Di sela kesibukannya, Linus menyempatkan diri bersepeda menuruni bukit dan minum di bar desa. Bila ada nabi dalam dunia komputer, bisa dipastikan itu Linus (dan Steve Wozniak). Dan setannya tentu Bill Gates 🙂

Sumber : Wikipedia

Steve Wozniak Biography

A Silicon Valley icon and philanthropist for the past three decades, Steve Wozniak helped shape the computing industry with his design of Apple’s first line of products the Apple I and II and influenced the popular Macintosh. In 1976, Wozniak and Steve Jobs founded Apple Computer Inc. with Wozniak’s Apple I personal computer. The following year, he introduced his Apple II personal computer, featuring a central processing unit, a keyboard, color graphics, and a floppy disk drive. The Apple II was integral in launching the personal computer industry.

In 1981, he went back to UC Berkeley and finished his degree in electrical engineering/computer science. For his achievements at Apple Computer, Wozniak was awarded the National Medal of Technology by the President of the United States in 1985, the highest honor bestowed on America’s leading innovators.

In 2000, he was inducted into the Inventors Hall of Fame and was awarded the prestigious Heinz Award for Technology, The Economy and Employment for “single-handedly designing the first personal computer and for then redirectiSteve Wozniakng his lifelong passion for mathematics and electronics toward lighting the fires of excitement for education in grade school students and their teachers.”

After leaving Apple in 1985, Wozniak was involved in various business and philanthropic ventures, focusing primarily on computer capabilities in schools and stressing hands-on learning and encouraging creativity for students. Making significant investments of both his time and resources in education, he “adopted” the Los Gatos School District, providing students and teachers with hands-on teaching and donations of state-of-the-art technology equipment. He founded the Electronic Frontier Foundation, and was the founding sponsor of the Tech Museum, Silicon Valley Ballet and Children’s Discovery Museum of San Jose.

Wozniak currently serves as Chief Scientist for Fusion-io and is a published author with the release of his New York Times Best Selling autobiography, iWoz: From Computer Geek to Cult Icon, in September 2006 by Norton Publishing. His television appearances include reality show “Kathy Griffin: My Life on the D-List” and season eight of ABC’s “Dancing with the Stars”.

Other Info :

  • Born Aug. 11, 1950
  • Ham Radio license in 6th grade
  • Math, Science, Electronics awards :
  • 1972 U. Colorado, DeAnza, U. C. Berkeley (EECS program)
  • 1976 Hewlett Packard, designing calculator chips
  • 1979 designed early Apple Computer products
  • 1980 married to Alice Robertson, no children, amicable split
  • 1984 heavy computer group speaking schedule
  • 1980 became Fremason (California), currently lifetime member Charity Lodge Campbell CA but not active
  • 1987 married to Candice Clark Wozniak, 3 children. Split custody (alternate weeks), good current relationship
  • 1983 US Festivals, San Bernardino CA
  • 1983 sponsor, first 3 USSR space bridges
  • 1990 San Jose CPA additions, San Jose Cleveland Ballet, Tech Museum (first major sponsor), Children’s Discovery Museum, other local projects
  • 1984 Democratic convention delegate (Hart)
  • 1987 BS EECS U.C. Berkeley
  • 1987 sponsor, first joint US/USSR stadium rock concert (Moscow)
  • 1990 sponsor, computers for schools in USSR (through U.S./U.S.S.R. Iniative, Sharon Tenneson). Major donor to needy goups and students. Uncountable awards from technology and community groups
  • 1996 computer support for Los Gatos Unified School District, 11 modern labs, technology planning, computer lab plannings and wirings, school LAN planning and wirings, district WAN planning and providing and supporting (for now), classes for teachers on basic computer usage, classes for teachers on network topics, classes for 5th graders each year covering homework preparation, computer understanding, computer maintenance, networks, etc (200 hours for the year), classes for advanced students (5th through 8th grade) covering advanced graphics, photography, video, sound, networks, programming. Provided hundreds of laptops for local students, I’ve never taken one back. Provided hundreds of America Online accounts for students and ex-students. Provided servers and Internet access for students and teachers locally.
  • Believes in encouraging free thinking and creativity for youngsters, counsel them against forces of conformity and drugs which leave them “not the master” of their fate.
  • Loves children and dogs.

Sumber : Situs Pribadi Steve Wozniak

Paspampres Kebobolan

Acara pembukaan ASEAN Fair di kawasan Nusa Dua, Bali, Senin (24-10-2011) pagi, diwarnai kejadian memalukan di depan para Menteri Pertahanan se-ASEAN, atas bobolnya pengamanan kepresiden. Tiba-tiba saja seorang tukang kebun yang mengendarai sepeda onthel menembus barikade pengamanan hingga berada tepat di depan panggung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Acara pembukaan ASEAN Fair oleh Presiden SBY awalnya berjalan lancar. Namun, di tengah acara arak-arakan pawai budaya dan aksi akrobat pesawat udara, terjadilah peristiwa yang memalukan. Pengamanan ring satu Presiden bobol.

Di saat semua tamu dan tim pengamanan yang menjaga ketat acara, termasuk Pasukan Pengamanan Presiden, tertuju ke atas melihat jalannya akrobatik pesawat, tiba-tiba seorang bapak tua yang bekerja sebagai tukang kebun di Hotel Nusa Dua menembus berikade pengamanan hingga masuk tepat di depan panggung kehormatan Presiden.

Disaksikan tamu undangan, tukang kebun itu langsung diamankan Paspampres dan ditarik keluar area. Juru Bicara Kepresiden Julian Aldrin Pasha mengatakan Presiden tidak marah, namun akan tetap memintai penjelasan tim pengamanannya.

Semoga saja insiden memalukan di hadapan tamu undangan mancanegara tidak kembali terulang. Apalagi pertengahan November nanti akan digelar ASEAN Summit yang akan dihadiri sejumlah kepala negara, termasuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Sumber : Liputan6

Steve Jobs Biography

Steve Jobs MudaSteven Paul “Steve” Jobs (lahir di San Francisco, California, Amerika Serikat, 24 Februari 1955 – meninggal di Palo Alto, California, Amerika Serikat, 5 Oktober 2011 pada umur 56 tahun) adalah seorang tokoh bisnis dan penemu Amerika Serikat. Ia adalah pendiri pendamping, ketua, dan mantan CEO Apple Inc.Jobs juga sebelumnya menjabat sebagai pejabat eksekutif Pixar Animation Studios; ia menjadi anggota dewan direktur The Walt Disney Company pada tahun 2006, setelah pengambilan alih Pixar oleh Disney. Namanya dicantumkan sebagai produser eksekutif dalam film Toy Story tahun 1995.

Pada akhir 1970-an, Jobs, bersama pendiri pendamping Apple Steve Wozniak, Mike Markkula, dan lainnya, merancang, mengembangkan, dan memasarkan salah satu jajaran komputer pribadi pertama yang sukses secara komersial, yaitu seri Apple II. Pada awal 1980-an, Jobs termasuk orang-orang yang pertama kali melihat potensi komersial dari antarmuka pengguna grafis yang digerakkan tetikus PARC Xerox yang kemudian mendorong pembuatan Macintosh. Setelah kalah melawan keputusan dewan direktur tahun 1984, Jobs mengundurkan diri dari Apple dan mendirikan NeXT, sebuah perusahaan pengembangan platform komputer yang berkecimpung dalam pasar pendidikan tinggi dan bisnis. Pembelian NeXT oleh Apple pada tahun 1996 membawa kembali Jobs ke perusahaan yang ia dirikan bersama, dan ia menjabat sebagai CEO-nya sejak 1997 hingga 2011.

Tahun 1986, ia mengambil alih divisi grafis komputer Lucasfilm Ltd yang kemudian menjadi Pixar Animation Studios. Ia menjadi CEO dan pemegang saham terbesarnya sebanyak 50,1% sampai diambil alih oleh The Walt Disney Company tahun 2006.[3] Karena itu pula Jobs menjadi pemegang saham perorangan terbesar di Disney sebanyak 7% dan anggota Dewan Direktur Disney. Setelah mengundurkan diri sebagai CEO pada 24 Agustus 2011, Jobs terpilih sebagai ketua dewan direktur Apple.

Pada 5 Oktober 2011, Steve Jobs meninggal dunia di California pada usia 56 tahun, tujuh tahun setelah didiagnosis menderita kanker pankreas. Pada waktu kematiannya, ia dikenal luas sebagai seorang visioner, perintis dan jenius dalam bidang bisnis, inovasi, dan desain produk, dan orang yang berhasil mengubah wajah dunia modern, merevolusi enam industri yang berbeda, dan “contoh bagi semua kepala eksekutif”. Kematiannya ditanggapi secara luas dan dianggap sebagai kehilangan besar bagi dunia oleh para penggemarnya di seluruh dunia.

Kehidupan Awal

Jobs lahir di San Francisco, California dan diadopsi oleh Paul dan Clara Jobs dari Mountain View, California, yang menamainya Steven Paul. Paul dan Clara kemudian mengadopsi anak perempuan yang diberi nama Patti. Orang tua biologis Jobs – Abdulfattah Jandali, seorang sarjana berkebangsaan Suriah yang kemudian menjadi profesor ilmu politik, dan JSteve Jobs 2007oanne Simpson, seorang sarjana berkebangsaan Amerika Serikat yang kemudian menjadi patolog bahasa wicara – yang kemudian menikah, melahirkan dan membesarkan adik biologis Jobs, yaitu novelis Mona Simpson.

Jobs bersekolah di Cupertino Junior High School dan Homestead High School di Cupertino, California, dan sering menghadiri kuliah setelah sekolah di Hewlett-Packard Company di Palo Alto, California. Ia kemudian dipekerjakan di sana dan bekerja bersama Steve Wozniak sebagai karyawan musim panas. Tahun 1972, Jobs lulus dari sekolah menengah atas dan mendaftar masuk Reed College di Portland, Oregon. Meski ia keluar setelah satu semester, ia melanjutkan audit kelasnya di Reed, seperti kelas kaligrafi, dengan tidur di lantai kamar temannya, mengembalikan botol-botol Coke demi mendapatkan uang, dan mendapatkan makanan gratis mingguan di wihara Hare Krishna setempat. Jobs kemudian berkata, “Jika aku tidak menghadiri kuliah tunggal di perguruan tinggi itu, maka Mac tidak akan memiliki beragam huruf cetak ataupun huruf dengan spasi sejajar.”

Pada musim gugur 1974, Jobs kembali ke California dan mulai menghadiri petemuan Homebrew Computer Club bersama Wozniak. Ia mengambil pekerjaan sebagai teknisi di Atari, sebuah perusahaan pembuat berbagai permainan video populer, dengan tujuan utama menabung uang untuk melakukan perjalanan spiritual ke India.

Jobs kemudian berangkat ke India untuk mengunjungi Neem Karoli Baba di Kainchi Ashram-nya bersama seorang teman dari Reed College (yang kelak menjadi karyawan Apple pertama), Daniel Kottke, untuk mencari pencerahan spiritual. Ia pulang dalam keadaan menganut agama Buddha dengan kepala tercukur dan mengenakan pakaian tradisional India. Pada waktu itu, Jobs sedang bereksperimen dengan obat psikedelik dan menyebut pengalaman LSD-nya sebagai “satu dari dua atau tiga hal terpenting yang [pernah] dilakukan dalam kehidupan [dirinya]”. Ia mengatakan bahwa orang-orang di sekitarnya yang tidak termasuk dalam silsilah lintas budayanya tidak dapat memahami sepenuhnya setiap pemikirannya.

Jobs kembali ke pekerjaan sebelumnya di Atari dan diberikan tugas menciptakan papan sirkuit untuk permainan Breakout. Menurut pendiri Atari Nolan Bushnell, Atari menawarkan $100 untuk setiap chip yang dihapuskan di mesin ini. Jobs punya sedikit ketertarikan atau pengetahuan dalam desain papan sirkuit dan membuat persetujuan dengan Wozniak untuk membagi bonusnya sama rata jika Wozniak mampu meminimalkan jumlah chip. Atari sangat terkejut karena Wozniak mengurangi jumlah chip sebanyak 50 buah, sebuah desain yang sangat ketat sampai-sampai mustahil untuk menciptakannya kembali di jalur perakitan. Pada waktu itu, Jobs memberitahu Wozniak bahwa Atari hanya memberi mereka $700 (bukannya $5000) dan Wozniak pun mendapat bagian $350.

Karier

Asal Mula Apple Computer

Tahun 1976, Steve Jobs, Steve Wozniak dan Ronald Wayne, dengan pendanaan dari manajer pemasaran produk dan teknisi semi-pensiun Intel A.C. “Mike” Markkula Jr., mendirikan Apple. Sebelum mendirikan Apple bersama-sama, Wozniak adalah peretas barang elektronik. Jobs dan Wozniak telah berteman selama bertahun-tahun, bertemu tahun 1971 ketika teman mereka, Bill Fernandez, memperkenalkan Wozniak yang berusia 21 tahun kepada Jobs yang berusia 16 tahun. Steve Jobs berusaha membuat Wozniak tertarik merakit komputer dan menjualnya. Ketika Apple terus meluas, perusahaan mulai mencari eksekutif berpengalaman untuk membantu mengelola ekspansinya.

Tahun 1978, Apple merekrut Mike Scott dari National Semiconductor untuk menjabat sebagai CEO yang berujung pada tahun-tahun kelam. Tahun 1983, Steve Jobs berhasil memancing John Sculley keluar dari Pepsi-Cola untuk menjabat sebagai CEO Apple dengan menanyakan, “Apakah kau mau menjual air gula sepanjang hidupmu, atau kau mau bekerja bersamaku dan mengubah dunia?” Pada tahun berikutnya, Apple menyiarkan iklan televisi Super Bowl berjudul “1984”. Pada pertemuan pemegang saham tahunan Apple tanggal 24 Januari 1984, Jobs yang emosional memperkenalkan Macintosh kepada hadirin yang sangat antusias; Andy Hertzfeld menggambarkan suasana tersebut sebagai “pandemonium.” Macintosh menjadi komputer kecil pertama yang sukses secara komersial dengan antarmuka pengguna grafis. Pengembangan Mac dimulai oleh Jef Raskin, dan diambil alih oleh Jobs.

Meski Jobs digambarkan sebagai direktur Apple yang persuasif dan karismatik, sejumlah karyawannya pada waktu itu menggambarkannya sebagai manajer yang selalu berubah pikiran dan temperamental. Penurunan penjualan di seluruh industri menjelang akhir 1984 mengakibatkan keretakan hubungan kerja Jobs dengan Sculley, dan pada akhir Mei 1985 – setelah ketegangan internal dan pengumuman PHK besar-besaran – Sculley mengakhiri jabatan Jobs sebagai kepala divisi Macintosh.

NeXT Computer

Pada waktu yang sama, Jobs mendirikan perusahaan komputer lain, NeXT Computer. Seperti Apple Lisa, teknologi stasiun kerja NeXT sangat maju; namun, industri ini menganggapnya sebagai barang mahal. Di antara karyawan yang mampu membelinya, stasiun kerja NeXT memiliki pengikut yang banyak karena kekuatan teknisnya, dan sistem pengembangan perangkat lunak berorientasi objek sangat penting bagi mereka. Jobs memasarkan produk NeXT di bidang ilmiah dan akademik karena teknologi baru yang inovatif dan eksperimental yang dimilikinya (seperti kernel Mach, chip pemroses sinyal digital, dan port Ethernet terpasang tetap).

NeXTcube digambarkan oleh Jobs sebagai komputer “antarpribadi”, yang ia percayai sebagai tahap selanjutnya setelah komputer “pribadi”. Ini berarti jika komputer memungkinkan orang-orang berkomunikasi dan berkolaborasi bersama dengan cara yang mudah, maka komputer dapat menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi komputer “pribadi”.

Pada masa ketika surel hanyalah teks biasa bagi sebagian besar orang, Jobs suka mendemonstrasikan sistem surel NeXT bernama NeXTMail, sebagai contoh dari filsafat “antarpribadi”-nya. NeXTMail adalah salah satu surel pertama yang mendukung grafis dan audio tempelan yang dapat dilihat dan diklik di dalam surel.

Jobs menjalankan NeXT dengan obsesi demi kesempurnaan estetika, yang dibuktikan dengan beberapa hal seperti selubung magnesium NeXTcube. Hal ini menaruh tekanan besar pada divisi perangkat keras NeXT, dan pada tahun 1993, setelah hanya berhasil menjual 50.000 mesin, NeXT beralih sepenuhnya ke pengembangan perangkat lunak melalui peluncuran NeXTSTEP/Intel.

Pixar dan Disney

Tahun 1986, Jobs membeli The Graphics Group (kemudian berganti nama menjadi Pixar) dari divisi grafis komputer Lucasfilm senilai $10 juta, $5 juta di antaranya diberikan kepada Lucasfilm sebagai modal.

Perusahaan baru ini, yang dulunya berpusat di Kerner Studios milik Lucasfilm di San Rafael, California, namun kemudian dipindahkan ke Emeryville, California, awalnya ditujukan sebagai pengembang perangkat keras grafis canggih. Setelah bertahun-tahun gagal menjual Pixar Image Computer, perusahaan ini dikontrak oleh Disney untuk memproduksi sejumlah film fitur animasi komputer yang kelak didanai bersama dan didistribusikan oleh Disney.

Film pertama yang diproduksi sebagai hasil kerjasama ini, yaitu Toy Story, membawa ketenaran dan pujian kritikus kepada studio ini ketika dirilis tahun 1995. Lebih dari satu dasawarsa selanjutnya, di bawah pimpinan kreatif Pixar John Lasseter, perusahaan ini mampu memproduksi film hit box-office A Bug’s Life (1998), Toy Story 2 (1999), Monsters, Inc. (2001), Finding Nemo (2003), The Incredibles (2004), Cars (2006), Ratatouille (2007), WALL-E (2008), Up (2009) dan Toy Story 3 (2010). Finding Nemo, The Incredibles, Ratatouille, WALL-E, Up dan Toy Story 3 masing-masing menerima Academy Award for Best Animated Feature, sebuah penghargaan yang diperkenalkan tahun 2001.

Tahun 2003 dan 2004, karena kontrak Pixar dengan Disney habis, Jobs dan pimpinan eksekutif Disney Michael Eisner mencoba menegosiasikan kerjasama baru yang akhirnya gagal, dan pada awal 2004 Jobs mengumumkan bahwa Pixar akan menjadi mitra baru untuk mendistribusikan film-filmnya setelah kontrak dengan Disney berakhir.

Bulan Oktober 2005, Bob Iger menggantikan Eisner di Disney, dan Iger dengan cepat membentuk hubungan dengan Jobs dan Pixar. Tanggal 24 Januari 2006, Jobs dan Iger mengumumkan bahwa Disney setuju membeli Pixar dalam bentuk transaksi saham penuh senilai $7,4 miliar. Setelah persetujuan ditutup, Jobs menjadi pemegang saham tunggal terbesar The Walt Disney Company dengan penguasaan sekitar 7% saham perusahaan tersebut. Saham Jobs di Disney jauh melampaui milik Eisner yang hanya 1,7%, dan anggota keluarga Disney Roy E. Disney, yang hingga kematiannya tahun 2009 hanya memegang sekitar 1% saham perusahaan dan kritiknya terhadap Eisner — terutama bahwa ia membekukan hubungan Disney dengan Pixar — mempercepat turunnya Eisner. Jobs bergabung dengan dewan direktur perusahaan setelah penyelesaian penggabungan perusahaan. Jobs juga membantu mengawasi bisnis animasi gabungan Disney dan Pixar dengan jabatan pada komite pengawas khusus beranggotakan enam orang.

Kembali ke Apple

Steve Jobs 2008

Tahun 1996, Apple mengumumkan bahwa mereka membeli NeXT senilai $429 juta. Persetujuan ini diakhiri pada akhir 1996, sehingga membawa Jobs kembali ke perusahaan yang ia dirikan bersama. Jobs menjadi kepala de facto setelah CEO Gil Amelio diturunkan bulan Juli. Ia secara formal menjabat sebagai pimpinan eksekutif interim pada September 1997. Pada bulan Maret 1998, demi mengonsentrasikan usaha Apple untuk mendapat laba, Jobs menghentikan sejumlah proyek, seperti Newton, Cyberdog, dan OpenDoc. Dalam bulan-bulan selanjutnya, banyak karyawan yang khawatir bertemu langsung Jobs di dalam lift, “takut bahwa mereka kehilangan pekerjaan ketika pintu dibuka. Kenyataannya adalah bahwa eksekusi kilat Jobs jarang terjadi, namun beberapa korban sudah cukup untuk meneror seluruh perusahaan.” Jobs juga mengubah program lisensi untuk tiruan Macintosh, sehingga para pembuat komputer harus mengeluarkan biaya mahal untuk terus memproduksi barang. Melalui pembelian NeXT, sebagian teknologi perusahaan ini masuk dalam produk-produk Apple, terutama NeXTSTEP yang kemudian berubah menjadi Mac OS X. Di bawah arahan Jobs, perusahaan ini meningkatkan penjualannya dengan pesat melalui pengenalan iMac dan produk-produk baru lain; sejak itu, desain menarik dan merek yang kuat telah berjalan dengan baik untuk Apple. Pada Macworld Expo 2000, Jobs secara resmi menghapus embel-embel “interim” dari gelar jabatannya di Apple dan menjadi CEO permanen. Jobs berkelakar pada waktu itu bahwa ia akan memakai gelar ‘iCEO.’

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini mulai bercabang, memperkenalkan dan memperbarui peralatan digital lain. Melalui pengenalan pemutar musik portabel iPod, perangkat lunak musik digital iTunes, dan iTunes Store, perusahaan ini merambah bidang elektronik konsumen dan distribusi musik. Tahun 2007, Apple memasuki bisnis telepon seluler melalui pengenalan iPhone, sebuah telepon seluler dengan tampilan multi-sentuh yang juga memiliki fitur iPod dan, dengan peramban web bergeraknya sendiri, berhasil mengubah dunia peramban web bergerak. Dengan terus mendorong inovasi, Jobs juga mengingatkan karyawannya bahwa “seniman sejati mengirimkan karyanya”, yang berarti bahwa mengirimkan produk pada waktunya sama pentingnya seperti inovasi dan desain menarik.

Jobs dikagumi juga dikritik atas kemampuan persuasi dan kewirausahaannya yang berjalan sempurna, yang dijuluki sebagai “kawasan pengalihan kenyataan” dan terbukti selama pidato intisari (dikenal dengan sebutan “Stevenote”) pada Macworld Expos dan Apple Worldwide Developers Conferences.

Tahun 2005, Jobs menanggapi kritik atas program daur ulang Apple yang buruk untuk sampah elektronik di AS dengan mengecam pendukung lingkungan dan pendukung lainnya pada Pertemuan Tahunan Apple di Cupertino bulan April. Tetapi, beberapa minggu kemudian, Apple mengumumkan bahwa mereka akan menarik iPod secara gratis di toko-toko ecerannya. Computer TakeBack Campaign ditanggapi dengan pengusungan iklan dari pesawat di atas acara kelulusan Universitas Stanford tempat Jobs menjadi pembicara utamanya.[18] Iklan tersebut bertuliskan “Steve — Don’t be a mini-player recycle all e-waste”. Tahun 2006, ia terus memperluas program pendauran ulang Apple kepada setuap pengguna AS yang membeli Mac baru. Program ini meliputi pengiriman dan “pembuangan ramah lingkungan” sistem lama mereka.

Pengunduran diri

Bulan Agustus 2011, Jobs mengundurkan diri sebagai CEO Apple. Ia akan tetap menjabat di perusahaan ini sebagai ketua dewan perusahaan. Beberapa jam setelah pengumuman tersebut, saham Apple Inc. (AAPL) turun 5% dalam perdagangan pasca penutupan. Penurunan yang relatif kecil ini, jika mempertimbangkan kepentingan Jobs terhadap Apple, dikaitkan dengan fakta bahwa kesehatan Jobs terus diberitakan selama beberapa tahun, dan ia melakukan cuti medis sejak Januari 2011. Menurut Forbes, diduga dampaknya akan terasa negatif tidak hanya di Apple, namun juga di Walt Disney Company tempat Jobs menjabat sebagai direktur. Dalam perdagangan pasca penutupan pada hari pengumuman tersebut, saham Walt Disney Co. (DIS) turun 1,5%.

Kehidupan bisnis

Kekayaan

Meski Jobs hanya digaji $1 per tahun sebagai CEO Apple, ia memegang 5,426 juta saham Apple, serta 138 juta saham di Disney (yang ia terima sebagai imbalan akuisisi Pixar oleh Disney). Forbes memperkirakan kekayaan bersihnya mencapai $5,1 miliar pada tahun 2009, menjadikannya orang terkaya ke-43 di Amerika Serikat. Setelah Bloomberg tidak sengaja menerbitkan obituari Jobs tahun 2008, Arik Hesseldahl dari majalah BusinessWeek mencatat bahwa “Jobs tidak dikenal luas atas hubungannya dengan kampanye filantropis”, jika dibandingkan dengan upaya-upaya Bill Gates. Setelah melanjutkan jabatannya di Apple tahun 1997, Jobs menghentikan semua program filantropi perusahaan.

Kasus pengunduran opsi saham

Pada tahun 2001, Steve Jobs diberikan opsi saham senilai 7,5 juta lembar saham Apple dengan harga pelaksanaan $18,30, yang diduga seharusnya $21,10, sehingga menimbulkan pendapatan pajak senilai $20.000.000 yang tidak ia laporkan sebagai pendapatan. Ini menandakan terjadinya pengunduran opsi. Apple menegaskan bahwa pendapatannya berjumlah seperti itu. Jika ditemukan adanya kebohongan, maka Jobs dapat menghadapi serangkaian tuduhan kriminal dan penalti sipil. Apple mengklaim bahwa opsi tersebut awalnya diberikan pada pertemuan dewan khusus. Lebih jauh lagi, penyelidikan terfokus pada penanggalan palsu opsi yang mengakibatkan peningkatan harga pelaksanaan retroaktif senilai $20 juta. Kasus ini akhirnya ditangani melalui penyelidikan aktif kriminal dan pemerintahan sipil, meski penyelidikan internal independen Apple yang selesai pada 29 Desember 2006 menemukan bahwa Jobs tidak mengetahui masalah ini dan bahwa opsi yang diberikan kepadanya dikembalikan tanpa pelaksanaan opsi pada tahun 2003. Pada tanggal 1 Juli 2008, sebuah tuntutan perwakilan kelompok senilai $7 miliar diajukan kepada beberapa anggota Dewan Direktur Apple atas kehilangan laba akibat penipuan sekuritas.

Gaya kepemimpinan

Banyak komentar yang dilontarkan mengenai kepribadian Jobs yang agresif dan menuntut. Fortune menulis bahwa ia “dianggap sebagai salah seorang egomaniak terdepan di Silicon Valley.” Komentar mengenai gayanya yang temperamental dapat ditemukan di The Little Kingdom karya Mike Moritz, satu dari beberapa biografi resmi mengenai Jobs; The Second Coming of Steve Jobs karya Alan Deutschman; dan iCon: Steve Jobs karya Jeffrey S. Young & William L. Simon. Tahun 1993, Jobs masuk dalam daftar Bos Paling Tegas di Amerika Serikat menurut majalah Fortune karena kepemimpinannya di NeXT. Pendiri pendamping Dan’l Lewin dikutip oleh majalah Fortune, “Motivasinya tak dapat dipercaya… namun kedisiplinannya tak dapat dibayangkan,” yang ditanggapi kantor Jobs bahwa kepribadiannya telah berubah sejak saat itu.

Jef Raskin, bekas koleganya, pernah berkata bahwa Jobs “lebih cocok menjadi Raja Perancis,” menyindir kepribadian Jobs yang meyakinkan dan mengesankan.

Jobs selalu ingin menempatkan Apple beserta produknya di garis depan industri teknologi informasi dengan meramalkan dan menetapkan tren, setidaknya dalam hal inovasi dan gaya. Ia merangkum semua konsep pribadinya pada akhir pidato intisarinya di Macworld Conference and Expo bulan Januari 2007 dengan mengutip legenda hoki es Wayne Gretzky:

“Ada satu kutipan lama Wayne Gretzky yang aku sukai. ‘Aku berseluncur ke tempat bola akan berhenti, bukannya mengikuti jalur bola.’ Dan kami selalu mencoba melakukannya di Apple. Sejak awal sekali. Dan kami akan terus melakukannya.” —Steve Jobs

Floyd Norman mengatakan bahwa di Pixar, Jobs adalah “pribadi yang dewasa dan lembut” dan tidak pernah mengganggu proses kreatif para pembuat film.

Pada tahun 2005, Steve Jobs melarang semua buku terbitan John Wiley & Sons dari Apple Store sebagai tanggapan atas penerbitan biografi tidak resmi berjudul iCon: Steve Jobs. Pada laporan laba tahunan 2010, Wiley mengatakan bahwa mereka telah “membuat persetujuan… untuk membuat judul-judul bukunya tersedia di iPad.”

Penemuan

Jobs terdaftar sebagai penemu utama atau penemu pendamping pada lebih dari 230 hadiah paten atau permintaan paten terkait serangkaian teknologi mulai dari komputer dan alat portabel hingga antarmuka pengguna (termasuk yang berbasis sentuh), pengeras suara, papan ketik, adapter tenaga, tangga, gesper, lengan baju, tali sandang dan paket.

Kehidupan pribadi

Jobs menikahi Laurene Powell pada tanggal 18 Maret 1991. Pemimpin upacaranya adalah bhiksu Buddha Zen, Kobun Chino Otogawa. Keduanya dikaruniai seorang putra dan dua putri. Jobs juga memiliki seorang putri, Lisa Brennan-Jobs (lahir 1978), dari hubungannya dengan pelukis asal Wilayah Teluk San Francisco, Chrisann Brennan. Ia sempat membesarkan putrinya sendiri ketika Jobs menolak bertanggung jawab dengan mengklaim ia steril; ia kemudian mengakui tanggung jawabnya.

Dalam biografi tidak resmi, The Second Coming of Steve Jobs, penulis Alan Deutschman melaporkan bahwa Jobs pernah mengencani Joan Baez. Deutschman mengutip Elizabeth Holmes, teman Jobs ketika di Reed College, bahwa ia “percaya bahwa Steve menjadi pacar Joan Baez karena Baez pernah menjadi pacar Bob Dylan.” Dalam biografi tidak resmi lainnya, iCon: Steve Jobs karya Jeffrey S. Young & William L. Simon, para penulisnya menyatakan bahwa Jobs mungkin telah menikahi Baez, namun usianya pada waktu itu (41) berarti tidak mungkin bagi mereka untuk memiliki anak.

Jobs juga merupakan penggemar Beatles. Ia mengutipnya beberapa kali dalam pidato intisarinya dan juga wawancara di konser Paul McCartney. Ketika ditanyai mengenai model bisnisnya dalam acara 60 Minutes, ia menjawab:

“Model bisnis saya adalah The Beatles: Mereka adalah empat orang yang sama-sama mengurangi perilaku negatif satu sama lain; mereka seimbang. Dan keseluruhannya lebih baik daripada bagian-bagiannya. Hal-hal hebat dalam bisnis tidak dilakukan oleh satu orang, melainkan sekelompok orang.”

Pada tahun 1982, Jobs membeli apartemen di The San Remo, sebuah gedung apartemen di New York City dengan reputasi politik yang progresif, tempat Demi Moore, Steven Spielberg, Steve Martin, dan Putri Yasmin Aga Khan, putri Rita Hayworth, juga memiliki apartemen. Melalui bantuan I.M. Pei, Jobs menghabiskan beberapa tahun merenovasi apartemennya di dua lantai teratas menara utara bangunan ini, hanya untuk dijual lagi dua dasawarsa kemudian kepada pemain utama U2, Bono. Jobs tidak pernah pindah ke sana.

Tahun 1984, Jobs membeli sebuah puri Kolonial Spanyol berkamar 14 seluas 17.000-ft² (1,600 m²) yang dirancang oleh George Washington Smith di Woodside, California, dikenal sebagai Jackling House. Meski berada dalam keadaan hampir tidak terurus, Jobs menetap di puri ini selama sepuluh tahun. Menurut laporan, ia menyimpan sepeda motor BMW tua di ruang tamu, dan mengizinkan Bill Clinton memakainya pada tahun 1998. Sejak awal 1990-an, Jobs tinggal di sebuah rumah di permukiman Old Palo Alto, Palo Alto. Presiden Clinton makan malam bersama Jobs dan 14 CEO Silicon Valley di sana pada 7 Agustus 1996 dengan makanan yang disediakan oleh Greens Restaurant. Clinton membalasnya dan Jobs, seorang penyumbang untuk Partai Demokrat, tidur di kamar tidur Lincoln di Gedung Putih.

Jobs membiarkan Jackling House tidak terurus dan berencana meruntuhkannya dan membangun rumah yang lebih kecil di tanah tersebut; namun ia mendapat keluhan dari pelindung budaya setempat atas rencananya. Bulan Juni 2004, Dewan Kota Woodside memberikan Jobs lampu hijau untuk meruntuhkan puri ini dengan syarat ia mengiklankan properti ini selama satu tahun untuk melihat jika ada orang yang mau memindahkannya ke tempat lain dan memperbaikinya. Sejumlah orang tertarik, termasuk beberapa orang yang memiliki pengalaman memperbaiki properti tua, namun tidak ada perjanjian yang dicapai. Kemudian pada tahun yang sama, sekelompok pelindung budaya setempat melakukan tindakan hukum untuk mencegah peruntuhan. Bulan Januari 2007, Jobs tidak diizinkan meruntuhkan properti ini melalui keputusan pengadilan. Keputusan pengadilan berbalik secara banding pada Maret 2010 dan puri ini diruntuhkan pada Februari 2011.

Ia biasanya mengenakan kerah polo lengan panjang hitam yang dibuat oleh St. Croix, jins biru Levi’s 501, dan sepatu New Balance 991. Ia adalah seorang pesetarian, seseorang yang makanannya mencakup daging yang hanya berasal dari ikan.

Mobil pilihannya adalah Mercedes SL 55 AMG perak tahun 2006 yang tidak memiliki plat nomor mobil.

Jobs pernah terlibat perang mulut dengan CEO Dell Computer, Michael Dell, berawal ketika Jobs mengkritik Dell karena menciptakan “kotak beige yang tidak inovatif.” Tanggal 6 Oktober 1997, di Gartner Symposium, ketika Michael Dell ditanyai apa yang akan ia lakukan jika ia memiliki Apple Computer yang sedang bermasalah, ia berkata “Saya akan menutupnya dan mengembalikan uangnya kepada para pemegang saham.” Tahun 2006, Steve Jobs mengirimkan surel kepada semua karyawannya ketika kapitalisasi pasar Apple naik melampaui Dell. Isi surel tersebut:

“Tim, sepertinya Michael Dell tidak pintar memprediksikan masa depan. Berdasarkan penutupan pasar saham hari ini. Apple memiliki nilai lebih tinggi daripada Dell. Saham bergerak ke atas dan ke bawah, dan semua bisa jadi berbeda esok hari, namun saya pikir hari ini kita pantas merenung sejenak.” _Steve.

Kesehatan

Pada pertengahan 2004, Jobs mengumumkan kepada karyawannya bahwa ia didiagnosis mengalami tumor kanker di pankreasnya. Prognosis kanker pankreas biasanya sangat rendah; namun Jobs menyatakan bahwa ia mengalami tumor langka kurang agresif yang dikenal sebagai tumor neuroendokrin sel islet. Setelah awalnya menolak usul intervensi medis konvensional dan menjalani diet khusus untuk mengurangi penyakit ini, Jobs menjalani pankreatikoduodenektomi (atau “prosedur Whipple”) pada Juli 2004 yang berhasil melenyapkan tumor tersebut. Jobs tampak tidak memerlukan kemoterapi atau terapi radiasi. Selama Jobs tiada, Timothy D. Cook, kepala penjualan dan operasi global Apple, menjalankan perusahaan ini.

Pada awal Agustus 2006, Jobs menyampaikan pidato intisari untuk Worldwide Developers Conference tahunan Apple. Penampilannya yang “kurus, hampir kering” dan penyampaian “tanpa daftar” yang tidak biasa, beserta pilihannya untuk mengalihkan bagian-bagian penting pidatonya kepada presenter lain, memunculkan banjir spekulasi tentang kesehatannya di media dan Internet. Namun menurut laporan jurnal Ars Technica, peserta WWDC yang melihat Jobs secara pribadi mengatakan ia “tampak baik-baik saja”. Setelah pidato tersebut, juru bicara Apple mengatakan bahwa “Steve sangat sehat.”

Dua tahun kemudian, masalah sejenis dialami Jobs pada pidato intisarinya di WWDC 2008. Para pejabat Apple mengatakan Jobs adalah korban “serangga umum” dan sedang mengonsumsi antibiotik, sementara yang lainnya menduga kemunculannya yang kurang sehat diakibatkan oleh prosedur Whipple. Pada konferensi Juli yang membahas laba Apple, peserta menanggapi pertanyaan berulang mengenai kesehatan Steve Jobs dengan menegaskan bahwa itu “masalah pribadi”. Sementara yang lainnya menyuarakan opini bahwa pemegang saham memiliki hak untuk mengetahui lebih jauh agar dapat memberikan Jobs pendekatan untuk menjalankan perusahaannya. New York Times menerbitkan artikel berdasarkan percakapan telepon tidak terekam bersama Jobs, mencatat bahwa “meski masalah kesehatannya lebih buruk daripada ‘serangga umum’, penyakitnya tidak membahayakan nyawanya dan ia tidak mengidap kanker kembali.”

Pada tanggal 28 Agustus 2008, Bloomberg keliru menerbitkan obituari 2.500 kata tentang Jobs dalam layanan berita perusahaan yang berisikan spasi kosong untuk usia dan penyebab kematiannya (saluran berita umumnya menyimpan obituari yang terus diperbarui untuk memfasilitasi penyampaian berita mengenai kematian mendadak seorang figur terkenal). Meski kesalahan ini dengan cepat diperbaiki, banyak saluran berita dan blog yang melaporkan masalah ini, sehingga kembali memunculkan rumor-rumot mengenai kesehatan Jobs. Jobs menanggapi pada pidato Let’s Rock Apple bulan September 2008 dengan mengutip Mark Twain: “Laporan kematianku sangat dilebih-lebihkan.” Pada acara media setelah itu, Jobs menutup presentasinya dengan slide bertuliskan “110/70” yang berarti tekanan darahnya, seraya menyatakan bahwa ia tidak akan menanggapi lagi pertanyaan mengenai kesehatannya.

Pada tanggal 16 Desember 2008, Apple mengumumkan bahwa wakil presiden pemasaran Phil Schiller akan menyampaikan pidato intisari terakhir perusahaan ini di Macworld Conference and Expo 2009, dan kembali memunculkan pertanyaan mengenai kesehatan Jobs. Dalam pernyataan tanggal 5 Januari 2009 di Apple.com, Jobs mengatakan bahwa ia mengalami “ketidakseimbangan hormon” selama beberapa bulan. Pada tanggal 14 Januari 2009, dalam memo internal Apple, Jobs menulis bahwa pada minggu sebelumnya ia telah “mempelajari bahwa masalah kesehatanku lebih rumit daripada yang kubayangkan” dan mengumumkan cuti enam bulan sampai akhir Juni 2009 untuk memungkinkan ia fokus pada kesehatannya. Tim Cook, yang sebelumnya menjabat sementara sebagai CEO pada cuti Jobs tahun 2004, menjabat kembali sebagai CEO Apple untuk sementara, dan Jobs masih terlibat dalam “keputusan strategis besar”.

Pada bulan April 2009, Jobs menjalani transplantasi hati di Methodist University Hospital Transplant Institute di Memphis, Tennessee. Jobs’ prognosis was “excellent.”

Pada tanggal 17 Januari 2011, satu setengah tahun setelah Jobs kembali dari transplantasi hatinya, Apple mengumuman bahwa ia diberikan cuti medis. Jobs mengumumkan kepergiannya melalui surat kepada karyawannya, menyatakan bahwa keputusan tersebut dibuat “agar ia dapat fokus pada kesehatannya.” Selama cuti medisnya tahun 2009, Apple mengumumkan bahwa Tim Cook akan menangani operasi harian dan Jobs akan terus terlibat dalam keputusan strategis besar perusahaan. Meski cuti, ia sempat tampil di acara peluncuran iPad 2 (2 Maret), pidato intisari WWDC untuk memperkenalkan iCloud (6 Juni), dan di hadapan dewan kota Cupertino (7 Juni).

Jobs mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO Apple pada 24 Agustus 2011. Dalam suratnya, Jobs menulis bahwa ia “tidak bisa lagi menjalani tugas dan pekerjaannya sebagai CEO Apple.”

Kematian

Jobs meninggal dunia di rumahnya pada tanggal 5 Oktober 2011 akibat komplikasi kanker pankreas bentuk langka. Kematiannya diumumkan oleh Apple dalam sebuah pernyataan sebagai berikut:

“Kami sangat berduka untuk mengabarkan bahwa Steve Jobs telah meninggal dunia hari ini. Kecerdasan, semangat dan energi Steve adalah sumber inovasi berharga yang memperkaya dan memperbaiki hidup kita semua. Dunia menjadi lebih baik karena Steve. Cinta terbesarnya adalah untuk istrinya, Laurene, dan keluarganya. Kami berduka untuk mereka dan semua orang yang tersentuh oleh perjuangannya yang luar biasa.”

Jobs meninggalkan Laurene, istrinya selama 20 tahun, tiga anak mereka dan Lisa Brennan-Jobs, putri Jobs dari hubungan sebelumnya. Keluarganya merilis pernyataan yang mengatakan bahwa ia “meninggal dalam damai”.[141][142]

Mulai 5 Oktober 2011, situs web perusahaan Apple menyambut para pengunjung dengan halaman sederhana yang menampilkan nama Jobs dan masa hidupnya di samping potret wajahnya yang berwarna hitam putih. Dengan mengklik gambar Jobs, pengunjung bisa melihat obituari bertuliskan “Apple telah kehilangan seorang visioner dan jenius yang kreatif, dan dunia telah kehilangan seorang sosok yang luar biasa. Beberapa di antara kita yang cukup beruntung mengenal dan bekerja bersama Steve telah kehilangan seorang sahabat dan guru inspiratif. Steve meninggalkan sebuah perusahaan yang hanya ia yang bisa membangunnya, dan semangatnya akan selalu menjadi dasar perusahaan Apple.” Sebuah alamat surel juga diterbitkan agar masyarakat bebas berbagi kenangan, ucapan belasungkawa, dan pikiran mereka tentang Steve Jobs.

Sejumlah besar surat kabar memberitakan kematiannya di halaman depan. Pernyataan yang menanggapi kematian Jobs disampaikan oleh beberapa tokoh terkenal, termasuk Presiden AS Barack Obama, pendiri Microsoft Bill Gates, dan Bob Iger dari The Walt Disney Company. Wired News mengumpulkan tanggapan mereka dan menerbitkannya di halaman depan situs webnya. Pernyataan belasungkawa lainnya disampaikan oleh teman-teman dan kolega Jobs, seperti Steve Wozniak dan George Lucas.

Pemakaman kecil tertutup dilaksanakan pada 7 Oktober 2011.

Penghargaan

Ia mendapatkan National Medal of Technology dari Presiden Ronald Reagan pada tahun 1984 bersama Steve Wozniak (termasuk orang-orang yang pertama menerimanya), dan Jefferson Award for Public Service dalam kategori “Pelayanan Publik Terbaik oleh Individu Berusia 35 Tahun atau Lebih Muda” (a.k.a. Samuel S. Beard Award) pada tahun 1987.[153] Tanggal 27 November 2007, Jobs digelari tokoh bisnis terkuat oleh Fortune Magazine. Tanggal 5 Desember 2007, Gubernur California Arnold Schwarzenegger dan Ibu Negara Bagian Maria Shriver memasukkan Jobs ke California Hall of Fame yang terletak di The California Museum for History, Women and the Arts.

Bulan Agustus 2009, Jobs terpilih sebagai pengusaha paling dikagumi di antara para remaja berdasarkan survei oleh Junior Achievement. Tanggal 5 November 2009, Jobs diberi gelar CEO dasawarsa ini oleh Fortune Magazine. Bulan November 2009, Jobs menempati peringkat ke-57 dalam Forbes: The World’s Most Powerful People. Bulan Desember 2010, Financial Times memberi Jobs gelar sebagai tokoh tahun ini, mengakhiri artikelnya dengan menyatakan, “Dalam otobiografinya, John Sculley, mantan eksekutif PepsiCo yang pernah memimpin Apple, mengatakan sesuatu tentang ambisi pria yang ia pecat: ‘Apple harusnya menjadi perusahaan produk konsumen yang luar biasa. Ini rencana gila. Teknologi tinggi tidak dapat dirancang dan dijual sebagai produk konsumen.’ Sungguh salah pernyataan ini”.

Pada waktu kematiannya, ia dikenal luas sebagai seorang visioner, perintis dan jenius dalam bidang bisnis, inovasi, dan desain produk, dan orang yang berhasil mengubah wajah dunia modern, merevolusi enam industri yang berbeda, dan “contoh bagi semua kepala eksekutif”. Kematiannya ditanggapi secara luas dan dianggap sebagai kehilangan besar bagi dunia oleh para penggemarnya di seluruh dunia.

Setelah pengunduran dirinya sebagai CEO Apple, Jobs dianggap sebagai Thomas Edison dan Henry Ford pada masanya.

Sumber : Wikipedia

Bisnis Persewaan Kantor

Mahalnya ongkos operasional sebuah kantor di Jakarta, ternyata menjadi peluang emas bagi Centerflix. Perusahaan ini menangkap peluang tersebut dan menawarkan “kantor murah”. Berikut ini adalah penawaran dari Centerflix (tanpa bermaksud promosi) yang saya dapat dari Detik Forum :

Sewa Kantor (Serviced Office)

3 m x 4 m = 12 m2, Lantai 1 & 2, Harga Regular Sewa Kantor : Rp 4,5Jt Nett/Bulan, Harga Promo Sewa Kantor : Rp 3,5Jt Nett/Bulan, Akomodasi Ruangan : 1 – 4 Orang. Fasilitas Sewa Kantor Yang Didapatkan :

  1. Prestigious Business Address, right in the heart of Jakarta
  2. Receptionist (Monday – Friday, 09:00 – 17:00)
  3. Phone Answering by Receptionist
  4. FREE Call Forwarding & Phone To Email Forwarding Facility *NEW*(Powered by : eVoice)
  5. FREE Local Faxing (Incoming & Outgoing)
  6. FREE Meeting Room Usage (Video & Teleconference Ready!)
  7. FREE Internet (Wifi) 6Mbps
  8. FREE Electricity & Utilities Charges
  9. Secretarial & Administrative Handling (Include: Documents & Emails Forwarding)
  10. Mail & Package Handling
  11. LCD TV in Every Rooms
  12. Full Air Conditioned
  13. Non Smoking Office Rooms (Smoking Lounge is Available)
  14. Security 24 Hours Watch
  15. Office Boy / Everyday Cleaning Service
  16. Modern – Minimalist Interior Design
  17. Fully- Furnished Office Room
  18. Spacious Parking Lot

Mini Office

2 m x 3 m = 6 m2, Lantai 1 & 2, Harga Regular Sewa Kantor : Rp 3Jt Nett/Bulan, Harga Promo Sewa Kantor : Rp 2,5Jt Nett/Bulan, Akomodasi Ruangan : 1 – 2 Orang. Fasilitas Sewa Kantor Yang Didapatkan :

  1. Prestigious Business Address, right in the heart of Jakarta
  2. Receptionist (Monday – Friday, 09:00 – 17:00)
  3. Phone Answering by Receptionist
  4. FREE Call Forwarding & Phone To Email Forwarding Facility *NEW*(Powered by : eVoice)
  5. FREE Local Faxing (Incoming & Outgoing)
  6. FREE Meeting Room Usage (Video & Teleconference Ready!)
  7. FREE Internet (Wifi) 6Mbps
  8. FREE Electricity & Utilities Charges
  9. Secretarial & Administrative Handling (Include: Documents & Emails Forwarding)
  10. Mail & Package Handling
  11. LCD TV in Every Rooms
  12. Full Air Conditioned
  13. Non Smoking Office Rooms (Smoking Lounge is Available)
  14. Security 24 Hours Watch
  15. Office Boy / Everyday Cleaning Service
  16. Modern – Minimalist Interior Design
  17. Fully- Furnished Office Room
  18. Spacious Parking Lot

Virtual Office

Harga Regular Virtual Office : Rp 650ribu Nett/Bulan, Harga Promo Virtual Office : Rp 400ribu Nett/Bulan. Fasilitas Virtual Office Yang Didapatkan :

  1. Prestigious Business Address, right in the heart of Jakarta
  2. Receptionist (Monday – Friday, 09:00 – 17:00)
  3. Phone Answering by Receptionist
  4. FREE Call Forwarding & Phone To Email Forwarding Facility *NEW*(Powered by : eVoice)
  5. FREE Local Faxing (Incoming & Outgoing)
  6. FREE 2 Hours Meeting Room Usage per Day
  7. FREE 2 Hours Mini Office Usage per Day*
  8. FREE Internet (Wifi)
  9. Secretarial & Administrative Handling (Include: Documents & Emails Forwarding)
  10. Mail & Package Handling

eVoice by Centerflix

eVoice adalah sistem manajemen Call Forwarding secara otomatis, yang dapat merubah pesan suara Anda ke teks atau email. Dengan eVoice, pesan telepon dari klien anda diterima oleh receptionist berpengalaman di Centerflix, direkam di dalam database, kemudian ditransformasi ke dalam teks, sms, email -dan banyak lagi secara Real Time! eVoice seperti memiliki asisten pribadi Anda di manapun Anda pergi!

eVoice dapat diakses melalui fitur favorit anda dan bekerja secara efisien menggunakan iPhone, Android, atau BlackBerry ponsel, atau Notebook, Tablet PC, dan PC. Dengan eVoice, voicemail akan dikirim langsung ke account email Anda pada saat yang sama !

Harga ? GRATISbagi pemegang account Virtual Office ataupun Serviced Office di Centerflix.

Links :

  • http://www.sewaruangkantor.co.id/?p=126
  • http://www.sewa-kantor.co.id/
  • http://www.virtualoffice.co.id/?p=171
  • http://centerflix.com/main.php
  • http://twitter.com/centerflix
  • http://www.facebook.com/pages/Jakart…4417940?ref=ts

Peluang Usaha “Susu Oke”

Kebutuhan akan susu bagi masyarakat umum semakin meningkat sejalan tumbuhnya kesadaran pentingnya mengkonsumsi susu. Tawaran produk susu dari berbagai produsen pun kian beragam, mulai dari susu bayi, susu kalsium, susu menambah otot, susu rendah lemak dan lain-lain.

Nah, ada kemitraan usaha toko Susu Oke, yang menawarkan konsep pengelolaan spesialis toko susu. Susu Oke mengusung konsep penjualan susu semua merek dan jenis susu yang ada dipasaran.

Bagi yang berminat, si mitra harus menyiapkan investasi setidaknya Rp 200 juta di luar tempat. Investasi tersebut sebanyak Rp 175 juta untuk stok produk awal dan Rp 25 juta sebagai joint fee.

Si mitra akan mendapatkan sistem komputerisasi, software, printer, barcode scanner, seragam, kartu nama disediakan oleh pihaknya. Sementara perlengkapan toko seperti rak dan etalase ditanggung mitra.

Pemilik kemitraan Susu Oke Ferry A. Soputan mengatakan bahwa konsep bisnisnya ini belum mendapat status sebagai waralaba namun masih sebagai business opportunity (BO) berbasis kemitraan.

Toko Susu Oke menawarkan harga susu lebih miring lebih murah Rp 5000-10.000 per produk dari harga pasaran seperti di supermarket.

Ferry menjelaskan bagi investor yang sudah memulai usaha namun ada beberapa produk susu yang tak layak, maka investor atau mitra bisa menukarkan produk susunya dengan produk yang lebih laku.

Selain itu, si mitra bisa juga menukarkan produknya yang rusak seperti kemasan rusak dan masa kadaluarsa berakhir. Bahkan lebih jauh lagi pihaknya menjamin akan melakukan buy back atau membeli kembali terhadap produknya dalam jangka 1 tahun.

Ferry menjelaskan sejak memulai usaha ini pada tahun 2007 lalu saat ini setidaknya sudah ada 30 mitra yang tersebar di Jabodetabek. Tahun ini ia menargetkan bisa menambah mitra hingga 50 gerai.

“Sasaran pasar kita adalah untuk segmen middle low terutama untuk daerah pada perumahan,” katanya.

Ia menjelaskan margin si mitra rata-rata dari bisnis ini mencapai 5-10% per produk. Ferry mencontohkan beberapa mitra pertama yang berada di wilayah Mampang Jakarta misalnya bisa meraih margin hingga Rp 20 juta per bulan dengan omset hingga 400-500 juta per bulan.

“Berdasarkan pengalaman balik modal bisa kembali rata-rata 1,5 tahun,” imbuhnya.

Ferry menjelaskan sejatinya bisnis toko sangat menggiurkan karena permintaannya dan harganya terus naik. Selain itu konsep toko susu di Indonesia belum terlalu dilirik orang.

Kisah awalnya nyemplung ke bisnis ini sangat unik alias tak sengaja. Awalnya ia seorang pebisnis showroom mobil dan supplier gerai-gerai toko HP.

Ia mencoba mencicipi memberikan modal kepada istrinya untuk bisnis toko susu dengan menggandeng semua prinsipal pabrik susu seperti Kalbe, Sari Husada, Abbot, Wyeth, Nestle, Nutricia, Frisian Flag dan lain-lain. Walhasil bisnis istrinya berjalan mulus, omset miliaran rupiah per bulan berhasil ia raup.

“Iseng-iseng, ternyata omset tokonya bisa sampai Rp 500 juta per bulan, sampai 1,3 miliar,” katanya.

Ferry A Soputan
UD Suka Cita Teluk Buyung
Jalan Baru Teluk Buyung No.19 Bekasi
Email: susu_oke@yahoo.com
Website: www.susuoke.com

Sumber : Detik